Pencarian

Dua Relawan Luka Bakar Saat Padamkan Api di Eks Bandara Temindung Samarinda, Diduga Akibat Ulah Remaja

Minggu, 13 September 2026 • 06:46:31 WIB
Dua Relawan Luka Bakar Saat Padamkan Api di Eks Bandara Temindung Samarinda, Diduga Akibat Ulah Remaja
Dua relawan mengalami luka bakar saat memadamkan kebakaran lahan di kawasan eks Bandara Temindung, Samarinda.

SAMARINDA — Kebakaran lahan di kawasan eks Bandara Temindung, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, berujung korban. Dua relawan yang ikut membantu pemadaman mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Keduanya adalah Dino dari Kata Lemlake dan Irfan, anggota BPBD Kota Samarinda. Dino menderita luka bakar cukup parah di kedua tangannya, sementara Irfan terluka pada tangan kanannya.

"Keduanya saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) akibat luka bakar tersebut," ujar Ketua Info Taruna Samarinda (ITS) Joko Iswanto alias Jokis, Sabtu (12/9/2026).

Api Membesar Saat Tim Tiba di Lokasi

Menurut Joko, kebakaran mulai diketahui sekitar pukul 17.30 Wita. Tim pemadam kebakaran, BPBD, dan relawan langsung bergerak ke lokasi kejadian.

Setibanya di sana, api sudah cukup membesar. Petugas dan relawan menyemprotkan air ke titik api. Di tengah proses pemadaman itulah dua rekan mereka terkena luka bakar.

"Saat petugas dan relawan melakukan penanganan, ada dua orang rekan kami yang mengalami luka bakar," kata Joko.

Ditemukan Tumpukan Ban Bekas, Ada Dugaan Sengaja Dibakar

Saat memadamkan api, relawan menemukan sejumlah tumpukan ban bekas yang diduga menjadi sumber kebakaran. Temuan itu memunculkan dugaan bahwa api tidak muncul dengan sendirinya.

Joko menyebut, informasi di lapangan serta video yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp relawan mengarah pada beberapa remaja yang tengah membakar di sekitar lokasi ban bekas tersebut.

"Dari informasi di lapangan dan video yang tersebar di media sosial serta grup WhatsApp relawan, kebakaran ini diduga disengaja oleh beberapa remaja yang kebetulan tengah membakar di sekitar lokasi ditemukannya ban bekas tersebut," jelasnya.

Menurut keterangan yang diterima relawan, para remaja itu meninggalkan lokasi begitu api membesar.

Relawan Minta Aparat Usut Tuntas Penyebab Kebakaran

Joko berharap aparat berwenang menyelidiki penyebab kebakaran dan mengusut kasus ini sampai tuntas. Dia juga mengingatkan rekan-rekan relawan agar mengutamakan keselamatan saat bertugas.

"Kami harapkan aparat yang berwenang bisa melakukan penyelidikan dan mengusut tuntas agar kasus ini tidak kembali terjadi," tuturnya.

"Kepada teman-teman relawan juga kami harapkan tetap safety saat melakukan penanganan kebakaran sehingga kejadian-kejadian yang mengakibatkan korban luka bisa dihindari di kemudian hari," sambung Joko.

Imbauan di Tengah Musim Kemarau dan Angin Kencang

Joko juga mengimbau masyarakat tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan. Kondisi saat ini masih dipengaruhi musim kemarau dan angin kencang yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau membuka lahan dengan cara dibakar, membakar sampah dengan cara dibakar kemudian ditinggal, selagi kondisi saat ini memang kondisi musim kemarau dan angin kencang," pungkasnya.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks