Pencarian

1.601 Pebulutangkis Muda dari Sumatera hingga Papua Berebut Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus

Rabu, 09 September 2026 • 19:04:31 WIB
1.601 Pebulutangkis Muda dari Sumatera hingga Papua Berebut Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus
pebulutangkis muda dari Sumatera hingga Papua mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus.

KALIMANTAN TIMUR — Audisi di Kudus ini menjadi rangkaian ketiga setelah Pekanbaru pada Juli dan Makassar pada Agustus. Ribuan atlet muda dari kategori U-11, KU-11, dan KU-12, putra maupun putri, akan melewati seleksi ketat untuk membuktikan kapasitasnya di hadapan tim pencari bakat.

Jumlah Peserta Terbanyak, Persaingan Menuju Karantina Makin Ketat

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, menyebut jumlah partisipan di Kudus meningkat dibanding dua kota penyelenggara sebelumnya. Kondisi ini disebutnya menjadi tantangan tersendiri untuk memilah talenta terbaik dari ribuan peserta.

“Dengan jumlah peserta yang lebih banyak, semakin beragam bibit potensial yang bisa kami amati. Tantangannya adalah mendapatkan bakat super yang akan masuk fase karantina,” kata Sigit.

Seleksi yang dijalankan mencakup aspek fundamental, mulai dari footwork, teknik memegang raket, stroke, smash, postur tubuh, hingga kecerdasan membaca permainan. Standar penilaian ketat ini berlaku di semua sektor.

Mental Pantang Menyerah dan Adaptasi Jadi Kunci Peserta

Legenda PB Djarum yang juga anggota tim pencari bakat, Kevin Sanjaya, menilai motivasi internal menjadi pembeda utama di antara ribuan peserta. Pengalamannya mengikuti Audisi Umum PB Djarum pada 2006 lalu menjadi bukti bahwa proses ini adalah gerbang awal menuju karier profesional.

“Antara keinginan untuk menang dan rasa takut kalah harus seimbang. Melihat antusiasme peserta, ini menjadi angin segar bagi regenerasi bulutangkis Indonesia,” ungkap Kevin.

Semangat juang tinggi ditunjukkan Austin Christian, peserta asal Pekanbaru yang kembali mencoba peruntungan setelah tampil di kota asalnya. Ia datang bersama sang ayah, Bambang Suri Widodo, dengan tekad bulat menembus seleksi.

“Saya ingin masuk PB Djarum. Saya akan terus berlatih dan pantang menyerah karena ingin menjadi juara dunia,” ujar Austin.

Kisah berbeda datang dari Siti Athiyyah Salsabila, pebulutangkis putri asal Mimika, Papua Tengah. Demi beradaptasi dengan cuaca dan atmosfer Kudus, Siti dan ayahnya, Hasan Samiun, tiba dua pekan lebih awal. Strategi itu membuahkan hasil—Siti berhasil lolos tahap screening dan siap menghadapi lawan-lawannya.

“Aku tidak gentar dan ingin terus bertanding. Aku akan berlatih keras untuk bisa menjadi penerus prestasi Susi Susanti,” kata Siti.

Jalur Super Tiket: Semifinal untuk Putra, Final untuk Putri

Rangkaian audisi dimulai dengan fase screening pada Rabu (9/9) dan Kamis (10/9). Pada tahap ini, peserta diuji lewat pertandingan satu gim hingga 21 poin tanpa deuce, dengan perpindahan lapangan saat salah satu pemain mencapai angka 11.

Tahap turnamen baru berlangsung Jumat (11/9) hingga Minggu (13/9). Dari sinilah Super Tiket akan diberikan kepada peserta yang memenuhi kriteria untuk melanjutkan ke tahap karantina.

Aturannya tegas: peserta putra wajib menembus semifinal, sementara putri harus tampil di partai final untuk mengamankan tiket melalui jalur prestasi. Namun, tim pencari bakat juga memegang kuota Super Tiket Pilihan bagi mereka yang dinilai punya potensi menjanjikan meski gagal di babak penentu.

Super Tiket hanyalah awal. Para peserta terpilih akan menjalani karantina intensif selama empat minggu di Asrama PB Djarum, di mana disiplin, teknik, dan kualitas mental mereka diuji sebelum resmi menjadi atlet binaan.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pekanbarupos.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks