TANJUNG REDEB — Kabupaten Berau menempati posisi pertama dengan 361 titik panas yang terdeteksi pada Senin (7/9/2026). Angka ini jauh melampaui kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur dan menjadi perhatian serius di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Berdasarkan data BMKG Kaltim, dari total 361 titik panas di Berau, sebanyak 347 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah. Sisanya, 11 titik berstatus kepercayaan rendah dan 3 titik lainnya masuk kategori kepercayaan tinggi.
Distribusi Titik Panas di 10 Kabupaten/Kota Kaltim
BMKG mencatat total 777 titik panas tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Timur dalam periode pemantauan yang sama. Selain Berau, sejumlah daerah juga menunjukkan angka yang cukup tinggi.
- Kutai Kartanegara: 176 titik
- Kutai Timur: 94 titik
- Paser: 64 titik
- Kutai Barat: 62 titik
- Samarinda: 10 titik
- Mahakam Ulu: 6 titik
- Bontang: 4 titik
Fenomena El Niño Memperparah Potensi Karhutla
Tingginya jumlah hotspot di Berau tidak lepas dari kondisi atmosfer yang sedang berlangsung. BMKG Kaltim sebelumnya menyebut wilayah Kalimantan Timur tengah dipengaruhi fenomena El Niño yang membuat kondisi lebih kering dari biasanya.
Dampaknya, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat signifikan. BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di area gambut dan lahan kering yang mudah terbakar.
Pemantauan Real-Time untuk Deteksi Dini
Menghadapi situasi ini, BMKG mengembangkan sistem pemantauan hotspot secara real-time. Langkah tersebut diambil untuk mendukung upaya deteksi dini kebakaran sehingga respons penanganan bisa lebih cepat dilakukan.
Data yang dirilis BMKG Kaltim ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kabupaten/kota dalam menyusun strategi pencegahan karhutla, khususnya di wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi seperti Berau.