Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memborong dua penghargaan Terbaik I sekaligus dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Kalimantan Batch II Tahun 2026 di Balikpapan. Kaltim unggul untuk kategori akses layanan pendidikan serta akses dan kualitas pelayanan kesehatan tingkat provinsi, mengalahkan lima provinsi lain di Pulau Kalimantan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto di Hotel Platinum Balikpapan, Kamis (3/9) malam.
BALIKPAPAN — Dua sektor pelayanan dasar menjadi andalan Kalimantan Timur di tingkat regional. Provinsi berjuluk Benua Etam ini dinobatkan sebagai yang terbaik untuk layanan pendidikan sekaligus kesehatan, sebuah pencapaian yang diraih bersamaan dalam satu malam penghargaan.
Ajang yang digelar Kementerian Dalam Negeri bersama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini menilai kinerja pemda se-Kalimantan. Kaltim bersaing ketat dengan Kalimantan Utara di kategori pendidikan dan Kalimantan Barat di kategori kesehatan.
Gubernur: Bukan Tujuan Akhir, Melainkan Pemicu Inovasi
"Alhamdulillah, kita sangat bersyukur dengan dua prestasi terbaik yang mampu kita raih malam ini. Ke depan, kita harus meningkatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kita," ujar Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud di Balikpapan, Jumat.
Rudy menegaskan penghargaan ini bukan garis finis. Ia justru memandangnya sebagai momentum untuk memacu kinerja jajarannya agar program-program pemerintah memberikan dampak langsung yang lebih besar bagi masyarakat.
Melawan 4 Provinsi: Indikator Penilaian dan Maknanya
Ajang Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Kalimantan Batch II Tahun 2026 memberikan uang apresiasi kepada daerah berdasarkan penilaian terhadap empat indikator utama. Keempatnya meliputi pengelolaan sampah dan lingkungan, layanan kesehatan, layanan pendidikan, serta dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah.
Untuk tahun ini, Kaltim memenangkan kategori provinsi pada dua indikator pertama. Sementara kategori pengelolaan sampah dimenangkan Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat unggul pada implementasi Program 3 Juta Rumah. Para pemenang berhak atas dana apresiasi yang nilainya bervariasi antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.
Daftar Lengkap Pemenang: Bontang dan Samarinda Juga Moncer
Selain di tingkat provinsi, pemerintah kota dan kabupaten di Kaltim juga mencatatkan prestasi. Kota Bontang menjadi yang terbaik untuk layanan kesehatan di tingkat kota, dan Kota Samarinda menempati posisi kedua untuk kategori pendidikan.
Berikut daftar lengkap pemenang Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Kalimantan Batch II Tahun 2026:
1. Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan
Tingkat Provinsi: Terbaik 1 Kalimantan Timur, Terbaik 2 Kalimantan Utara.
Tingkat Kabupaten: Terbaik 1 Kabupaten Tabalong, Terbaik 2 Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Terbaik 3 Kabupaten Barito Selatan.
Tingkat Kota: Terbaik 1 Kota Banjarmasin, Terbaik 2 Kota Samarinda, Terbaik 3 Kota Palangka Raya.
2. Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Tingkat Provinsi: Terbaik 1 Kalimantan Timur, Terbaik 2 Kalimantan Barat.
Tingkat Kabupaten: Terbaik 1 Kabupaten Tana Tidung, Terbaik 2 Kabupaten Hulu Sungai Utara, Terbaik 3 Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Tingkat Kota: Terbaik 1 Kota Bontang, Terbaik 2 Kota Tarakan, Terbaik 3 Kota Singkawang.
3. Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri
Tingkat Provinsi: Terbaik 1 Kalimantan Selatan, Terbaik 2 Kalimantan Tengah.
Tingkat Kabupaten: Terbaik 1 Kabupaten Tana Tidung, Terbaik 2 Kabupaten Tabalong, Terbaik 3 Kabupaten Paser.
Tingkat Kota: Terbaik 1 Kota Bontang, Terbaik 2 Kota Balikpapan, Terbaik 3 Kota Palangka Raya.
4. Implementasi Program 3 Juta Rumah
Tingkat Provinsi: Terbaik 1 Kalimantan Barat, Terbaik 2 Kalimantan Selatan.
Tingkat Kabupaten: Terbaik 1 Kabupaten Kubu Raya, Terbaik 2 Kabupaten Kutai Kartanegara, Terbaik 3 Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Tingkat Kota: Terbaik 1 Kota Banjarmasin, Terbaik 2 Kota Samarinda, Terbaik 3 Kota Pontianak.
Kolaborasi Lintas Provinsi Jadi Kunci Utama
Gubernur Rudy Mas'ud menilai ajang tahunan ini bukan sekadar kompetisi. Ia menyebutnya sebagai ruang strategis untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi pembangunan antar daerah di Pulau Kalimantan.
"Ketika suatu daerah melahirkan inovasi, pengalaman tersebut dapat direplikasi dan dikembangkan oleh daerah lainnya. Kita harus mampu mengambil peran bersama agar manfaat pembangunan dirasakan seluruh masyarakat," katanya.