BALIKPAPAN — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mulai menyesuaikan produksi air bersihnya seiring menyusutnya pasokan air baku dari dua waduk utama, yakni Waduk Manggar dan Waduk Teritip. Penurunan debit produksi ini merupakan tindak lanjut arahan Balai Wilayah Sungai (BWS) agar ketersediaan air di waduk tetap bertahan hingga musim hujan tiba.
Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin mengungkapkan, produksi dari Waduk Manggar yang semula sekitar 1.150 liter per detik kini diturunkan menjadi 900 liter per detik. Sementara itu, pengambilan air dari Waduk Teritip diminta dikurangi hingga separuh dari kapasitas normal.
Produksi September Dipatok 900 Liter per Detik, Oktober Bisa Turun Lagi
Penyesuaian ini bukan sekadar langkah jangka pendek. PTMB memproyeksikan produksi akan bertahan di angka 900 liter per detik sepanjang September 2026. Jika kondisi waduk belum juga membaik, perusahaan akan kembali menurunkan produksi menjadi 800 liter per detik pada Oktober.
“Diperkirakan September kita hanya produksi 900 liter per detik, lalu Oktober kita akan turun lagi ke 800, sampai inflow dan outflow-nya bisa seimbang,” jelas Yudhi, Kamis (3/9/2026).
Krisis Air di Balikpapan: Distribusi Darurat Mulai Jumat 4 September 2026
Konsekuensi dari pengurangan produksi ini adalah potensi berkurangnya pasokan air ke sejumlah pelanggan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, PTMB tidak hanya mengandalkan jaringan perpipaan. Perusahaan mulai menyiapkan pola distribusi darurat dengan memanfaatkan tandon dan mobil tangki.
Mulai Jumat (4/9/2026), PTMB akan membentuk tiga titik terminal tangki air sebagai lokasi pendukung distribusi. Armada akan dikerahkan setelah perusahaan memetakan wilayah yang paling terdampak gangguan pasokan.
“Untuk mengantisipasi dampak itu, mulai besok kami akan membentuk tiga titik terminal tangki air. Kemudian kami identifikasi daerah-daerah mana yang terdampak, lalu kami antarkan tangki secara cepat,” ujar Yudhi.
PTMB meminta masyarakat bersiap menghadapi kemungkinan penyesuaian distribusi ini. Warga yang wilayahnya mengalami gangguan pasokan diminta segera berkoordinasi dengan perusahaan.
IPA Mobile Jadi Andalan untuk Olah Sumber Air Alternatif
Di tengah tekanan terhadap sumber air utama, PTMB mulai membuka opsi pemanfaatan sumber air alternatif. Perusahaan telah mendapatkan bantuan satu unit mobil Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile yang dapat digunakan untuk mengolah air dari sumber selain waduk.
Sumber alternatif yang disiapkan antara lain sumur dan bendali yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Kehadiran IPA mobile diharapkan mampu menutupi sebagian kekurangan produksi dan mengurangi ketergantungan pada Waduk Manggar serta Waduk Teritip.
Harapan PTMB: Hujan Diprediksi Mulai Turun Pertengahan Oktober
PTMB kini berharap perubahan cuaca segera membawa tambahan debit air ke waduk. Mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peluang hujan mulai meningkat pada pertengahan Oktober nanti.
Jika hujan turun secara konsisten, inflow waduk diharapkan meningkat sehingga pengambilan air dapat secara bertahap dikembalikan ke kondisi normal. Hingga saat itu tiba, efisiensi produksi dan distribusi darurat akan terus dijalankan.