PENAJAM PASER UTARA — Ribuan pasang mata tertuju ke Plaza Seremoni saat ratusan pelajar bergerak serempak mengikuti irama musik. Mereka membawakan tarian yang menjadi simbol keberagaman budaya Indonesia di tengah pembangunan pusat pemerintahan baru.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, tari kolosal tersebut merupakan hasil pelatihan yang digelar sejak Mei hingga Juni 2026. Keterlibatan pelajar dari berbagai sekolah menunjukkan pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga membuka ruang ekspresi budaya generasi muda.
Antusiasme Warga Mewarnai Penampilan Pelajar
Begitu rangkaian prosesi upacara selesai dan para penari Tiga Pilar dari Brimob Polda Kaltim meninggalkan lapangan, para siswa langsung mengambil tempat. Masyarakat yang menonton di luar area tampak antusias, beberapa orang tua mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel.
Tepuk tangan meriah pecah saat tarian memasuki bagian akhir. Seluruh penari mengangkat tangan serempak mengikuti irama, menandai penutupan penampilan yang telah dipersiapkan matang oleh Otorita IKN.
Brimob Polda Kaltim Tampil dengan Sentuhan Budaya Melayu
Penampilan Bhayangkara Brimob di Tiga Pilar tak kalah memukau. Dengan tetap mengenakan seragam lapangan hitam, mereka menambahkan hiasan di pundak dan sarung pendek khas Melayu. Gerakan serempak yang ditampilkan membuat mata penonton tetap tertuju ke lapangan.
"Yang harus aman bagi kawan, namun mematikan bagi lawan," ujar pembawa acara saat kolone senapan mulai menunjukkan aksinya. Keterampilan pasukan dalam olah senjata ini mendapat tepuk tangan meriah, terutama ketika para prajurit membidikkan senapan ke udara dan memperdengarkan bunyi tembakan serempak.
IKN Sebagai Ruang Ekspresi Budaya Generasi Muda
Penampilan kolosal ini menjadi penegasan bahwa IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan. Kehadiran tari Harmoni Nusantara yang melibatkan pelajar dari 12 sekolah di sekitar IKN menunjukkan bahwa pembangunan kawasan ini turut menghidupkan kegiatan seni dan kebudayaan yang inklusif.
Perpaduan unsur tari tradisional dari Aceh hingga Papua dalam satu koreografi mencerminkan semangat persatuan yang menjadi tema besar perayaan kemerdekaan tahun ini. Melalui keterlibatan pelajar, Otorita IKN berharap nilai-nilai keberagaman terus tumbuh di generasi penerus bangsa.