BALIKPAPAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur menggelar rapat koordinasi virtual untuk menyamakan langkah menghadapi potensi bencana tersebut. Rapat bertema "Penguatan Koordinasi BMKG dan BPBD dalam Mengantisipasi Dampak El Nino serta Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Kaltim" ini digelar Kamis (14/8).
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menyebut lonjakan titik panas ini menjadi peringatan dini bagi seluruh pemangku kepentingan. Ia meminta kewaspadaan ditingkatkan dan langkah mitigasi dilakukan sejak dini.
Data BMKG: 4.700 Titik Panas dan Suhu 36 Derajat Celsius
"Berdasarkan pemantauan BMKG pada dasarian I Agustus 2026, jumlah titik panas yang terdeteksi di wilayah Kaltim telah mencapai sekitar 4.700 titik," kata Djoko dalam rapat koordinasi virtual, Kamis.
Selain titik panas, suhu udara di Kabupaten Berau juga terpantau melonjak hingga 36 derajat Celsius. Kondisi ini dinilai memerlukan perhatian serius karena berpotensi memicu karhutla di sejumlah wilayah.
Djoko berharap koordinasi yang kuat dapat mendukung penanganan bencana secara lebih cepat dan terukur. Jika situasi di lapangan berkembang menjadi keadaan darurat, penanganan diharapkan segera diintegrasikan hingga ke tingkat nasional melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BPBD: Data BMKG Setengah Kekuatan Kami
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Budi Purnomo, menegaskan kerja sama erat antara BPBD dan BMKG sangat krusial, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Data cuaca, potensi bencana, serta peringatan dini dari BMKG harus segera dianalisis untuk diterjemahkan menjadi aksi kesiapsiagaan di lapangan.
"Setengah kekuatan badan kami ada pada BMKG. Artinya, tanpa dukungan dan data akurat dari BMKG, kami akan mengalami kesulitan besar dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana," jelas Buyung.
Melalui koordinasi ini, ia berharap pertukaran informasi semakin kuat, kecepatan penyampaian peringatan dini meningkat, dan kolaborasi semakin kokoh untuk memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
Respons Cepat Balikpapan Jadi Contoh, Status Kaltim Belum Darurat
Djoko mengapresiasi kesiapsiagaan jajaran BPBD serta komunitas penanggulangan bencana di berbagai daerah. Ia mencontohkan respons cepat di wilayah Balikpapan, di mana setiap titik panas maupun insiden kebakaran dapat langsung ditangani sehingga api tidak meluas.
"Secara umum wilayah Kalimantan Timur masih tergolong aman, namun kewaspadaan harus terus dijaga dan tidak boleh lengah," tegasnya.
"Mari bersama-sama mengantisipasi terjadinya bencana yang tidak diinginkan di Kaltim," ujar Djoko menambahkan.
Buyung berharap rapat koordinasi ini menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana di Kaltim, terutama dalam menghadapi puncak musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.