Pencarian

Pemprov Kaltim Bangun Rumah Singgah di Setiap RS, Gubernur Rudy Mas'ud Gandeng Baznas dan Tak Ganggu APBD

Jumat, 31 Juli 2026 • 11:08:01 WIB
Pemprov Kaltim Bangun Rumah Singgah di Setiap RS, Gubernur Rudy Mas'ud Gandeng Baznas dan Tak Ganggu APBD
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud meninjau rencana pembangunan rumah singgah di lingkungan rumah sakit di Kabupaten Berau.

TANJUNG REDEB — Pasien dari daerah terpencil di Kalimantan Timur yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan kini bakal mendapat tempat tinggal sementara yang layak. Pemprov Kaltim mendorong realisasi pembangunan rumah singgah di lingkungan setiap rumah sakit, sebuah fasilitas yang dirancang khusus untuk meringankan beban pasien dan keluarga pendamping selama masa pengobatan.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menegaskan bahwa program ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah provinsi di luar pembangunan infrastruktur medis. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang bisa dikerjakan untuk membuat layanan kesehatan di Kaltim lebih humanis.

“Masih banyak yang bisa kita kerjakan di sektor kesehatan. Salah satunya adalah membangun rumah singgah di setiap rumah sakit di Kalimantan Timur,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Berau baru-baru ini.

Skema Pembiayaan: Baznas Jadi Tulang Punggung

Yang membedakan program ini dari kebijakan serupa di daerah lain adalah sumber pendanaannya. Rudy memastikan pembangunan rumah singgah tidak akan menggerus kas daerah. Seluruh pembiayaan akan ditangani oleh Baznas, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Gubernur meminta Baznas Kaltim untuk berkolaborasi erat dengan Baznas di setiap kabupaten dan kota agar program ini bisa berjalan serentak dan cepat. Instruksi ini disampaikan langsung kepada jajaran Baznas saat kunjungannya di Tanjung Redeb.

RS Kanujoso Balikpapan Jadi Proyek Percontohan

Konsep rumah singgah sebenarnya bukan hal baru di Kaltim. Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo di Balikpapan telah lebih dulu menerapkan model ini dan dinilai sukses. Keberhasilan tersebut menjadi acuan utama untuk mereplikasi fasilitas serupa di rumah sakit lainnya, termasuk yang berada di Kabupaten Berau.

Kehadiran rumah singgah dinilai krusial bagi pasien yang berasal dari wilayah dengan akses geografis sulit. Selama ini, banyak pasien dan keluarganya harus mengeluarkan biaya besar hanya untuk akomodasi selama menunggu masa rawat inap atau kontrol lanjutan.

Dengan adanya fasilitas ini, beban ekonomi pasien diharapkan berkurang signifikan. Mereka tidak perlu lagi menyewa penginapan atau menumpang di rumah kerabat yang jauh dari lokasi rumah sakit.

Menghadirkan Layanan Kesehatan yang Lebih Manusiawi

Rudy menekankan bahwa pembangunan rumah singgah bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari transformasi layanan publik. Pemerintah tidak hanya berkewajiban menyediakan pelayanan medis yang memadai, tetapi juga memastikan pasien dan keluarganya memperoleh dukungan psikologis dan sosial selama menjalani proses pengobatan.

“Rumah singgah merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih humanis,” tegasnya.

Langkah ini sekaligus menjawab keluhan warga di daerah penyangga yang kerap kesulitan mendapatkan tempat tinggal murah saat harus mendampingi anggota keluarga yang dirawat di rumah sakit besar di perkotaan seperti Balikpapan dan Samarinda.

Belum dijelaskan secara rinci mengenai jumlah unit maupun target penyelesaian pembangunan rumah singgah di setiap kabupaten/kota. Namun, instruksi Gubernur kepada Baznas untuk segera berkolaborasi mengindikasikan proyek ini akan mulai dieksekusi dalam waktu dekat.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pusaranmedia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks