Padi IPB 9G dikenal tahan terhadap kekeringan. Varietas ini cocok dibudidayakan di sawah tadah hujan maupun lahan kering (gogo), sehingga dinilai ideal untuk wilayah dengan keterbatasan air seperti PPU.
Ketua Gapoktan Sejahtera Bersama, Siti Rukayah, menegaskan demplot ini dirancang sebagai laboratorium lapangan bagi petani. “Kami ingin petani melihat langsung buktinya. Dengan varietas baru serta manajemen air dan pupuk yang tepat, hasilnya jauh lebih melimpah,” ujarnya.
Harapan Adopsi ke Kelompok Tani Lain
Keberhasilan demplot ini diharapkan mendorong adopsi varietas IPB 9G secara lebih luas. Siti Rukayah menambahkan, metode yang terbukti efektif di lahan percontohan ini bisa segera ditiru oleh seluruh anggota kelompok tani di wilayah lain. “Produktivitas padi dapat terus meningkat jika teknik ini diterapkan secara konsisten,” katanya.
Dukungan Alumni IPB untuk Pertanian Lokal
Himpunan Alumni IPB Kalimantan Timur bersama kelompok tani terus memperkenalkan inovasi budidaya padi yang mampu meningkatkan hasil panen sekaligus menjadi solusi bagi lahan pertanian yang rentan kekeringan. Keberhasilan demplot ini juga diharapkan menjadi referensi pengembangan varietas unggul di berbagai sentra pertanian di PPU.
Acara panen demplot turut dihadiri perwakilan Pemerintah Desa Sesulu, kepala dusun, ketua RT, serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Petung.