BALIKPAPAN — Program pembagian seragam sekolah gratis yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menuai polemik. Plt Kepala Disdikbud Kaltim angkat bicara, mengakui ada dua kendala teknis yang menjadi sumber masalah: fluktuasi data siswa dan anomali ukuran baju.
Fluktuasi Data dan Ukuran Tak Sesuai
Menurut Plt Kepala Disdikbud, data jumlah siswa yang menjadi dasar pengadaan seragam terus berubah menjelang tahun ajaran baru. Perubahan ini, yang disebutnya sebagai fluktuasi, menyulitkan proses pengadaan barang karena jumlah pasti penerima seragam sulit dipastikan.
Selain itu, ia juga menyoroti adanya anomali ukuran baju. Ukuran seragam yang dipesan berdasarkan data standar kerap tidak sesuai dengan kondisi fisik siswa di lapangan. Hal ini menyebabkan sebagian seragam yang diterima tidak bisa dipakai dan memicu keluhan dari orang tua serta pihak sekolah.
Respons atas Polemik yang Berkembang
Pernyataan ini keluar setelah berbagai keluhan muncul dari sejumlah daerah di Kaltim. Orang tua siswa mengeluhkan seragam yang kekecilan atau kebesaran, sementara pihak sekolah kesulitan mendistribusikan ulang seragam yang tidak sesuai. Plt Kepala Disdikbud menyebut pihaknya terus melakukan koordinasi untuk mencari solusi atas masalah teknis ini.
Ia memastikan bahwa evaluasi terhadap proses pendataan dan pengukuran akan dilakukan. Tujuannya agar program seragam gratis tahun depan bisa berjalan lebih lancar dan tepat sasaran.
Program Prioritas yang Berhadapan dengan Realitas Lapangan
Program seragam sekolah gratis merupakan salah satu inisiatif Pemprov Kaltim untuk meringankan beban orang tua. Anggaran dialokasikan untuk menyediakan seragam bagi siswa baru di tingkat SD dan SMP. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa perencanaan berbasis data belum sepenuhnya berjalan mulus.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa program sosial berskala besar membutuhkan sistem pendataan yang akurat dan responsif. Fluktuasi data dan anomali ukuran yang diakui oleh Plt Kepala Disdikbud menjadi titik evaluasi krusial bagi Dinas Pendidikan ke depan.