Pencarian

Produksi Cabai Rawit Kaltim 2025 Naik 11,88 Persen, Kutai Kartanegara Sumbang 33,52 Persen

Selasa, 14 Juli 2026 • 18:29:01 WIB
Produksi Cabai Rawit Kaltim 2025 Naik 11,88 Persen, Kutai Kartanegara Sumbang 33,52 Persen
Produksi cabai rawit Kalimantan Timur tahun 2025 naik 11,88 persen, dengan Kutai Kartanegara menyumbang 33,52 persen dari total provinsi.

SAMARINDA — Angka tersebut merupakan hasil sinkronisasi Angka Tetap (ATAP) 2025 antara BPS dan Kementerian Pertanian. Puncak produksi cabai rawit terjadi pada September 2025, dengan hasil panen 685,71 ton dari lahan seluas 267,65 hektar.

Kutai Kartanegara, Lumbung Cabai Rawit Kaltim

BPS Kaltim merilis, Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi penyumbang terbesar dengan produksi mencapai 2.425,76 ton. Angka itu setara 33,52 persen dari total produksi provinsi. “Luas panen di wilayah ini mencapai 300,07 hektar,” ungkap BPS Kaltim dalam laporannya, dikutip Rabu (2/7/2026).

Kontributor terbesar kedua adalah Kabupaten Penajam Paser Utara. Daerah yang menjadi bagian dari Ibu Kota Nusantara (IKN) ini mencatatkan produksi 1.772,84 ton dengan luas panen 120,91 hektar. Lonjakan produksi di PPU mencapai 799,08 ton secara tahunan.

Kabupaten Kutai Timur menyusul dengan kontribusi 11,31 persen. Produksinya mencapai 818,31 ton dari lahan panen seluas 151,37 hektar.

Bawang Merah: Berau Dominasi dengan Lonjakan 95 Persen

Di luar cabai rawit, BPS juga mencatat produksi bawang merah di Kaltim pada 2025 sebesar 91,01 ton. Puncak produksi terjadi pada Februari, dengan total 22,46 ton dari luas panen 4,30 hektar.

Kabupaten Berau menjadi sentra utama. Daerah ini memproduksi 50,40 ton atau 55,38 persen dari total provinsi, dengan luas panen 13,90 hektar. “Lonjakan produksinya mencapai 95,35 persen atau setara 24,60 ton dibandingkan 2024, terutama disumbang oleh Kecamatan Kelay dan Kecamatan Biatan,” jelas BPS.

Cabai Besar: Kukar Kuasai 64 Persen Produksi

Untuk cabai besar atau cabai TW/teropong, produksi Kaltim pada 2025 tercatat 1.102,62 ton. Angka ini meningkat 9,46 persen atau sekitar 95,27 ton dari tahun sebelumnya. Puncak produksi terjadi pada November 2025, dengan hasil panen 125,05 ton dari luas lahan 43,02 hektar.

BPS mencatat tiga daerah utama penyumbang cabai besar: Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Kutai Barat. Kutai Kartanegara mendominasi dengan produksi 711,03 ton, setara 64,49 persen dari total provinsi. “Adapun wilayah yang mendominasi produksi cabai besar di Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu Kecamatan Muara Badak dan Kecamatan Marang Kayu,” demikian BPS.

Bagikan
Sumber: niaga.asia

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks