SAMARINDA — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bankaltimtara menghasilkan keputusan penting terkait pergantian jajaran direksi dan komisaris. Wali Kota Samarinda Andi Harun mengusulkan mantan Wali Kota Samarinda, Dr. H. Syaharie Jaang, untuk mengisi posisi komisaris independen dari unsur tokoh masyarakat. Selain itu, ia juga mendorong pengisian satu kursi komisaris independen lainnya dari kalangan akademisi Universitas Mulawarman (Unmul).
“Disetujui dalam RUPS, dua direktur dan dua komisaris independen tidak diperpanjang,” ujar Andi Harun.
Posisi yang Akan Berganti
Pergantian ini mencakup sejumlah posisi strategis. Direktur Bisnis dan Syariah yang saat ini dijabat Muhammad Edwin serta Direktur Operasional dan Manajemen Risiko yang dijabat Yenny Israwati akan segera diganti. Masa jabatan Komisaris Independen Bela Balus dan Eny Rochaida juga berakhir sesuai jadwal.
Prinsip Rekrutmen: Internal First, Merit Based
Dalam RUPS tersebut, Andi Harun menjelaskan bahwa Pemkot Samarinda mengusulkan pola rekrutmen yang mengedepankan prinsip internal first, merit based, external if necessary. Mekanisme ini memberi kesempatan kepada sumber daya manusia internal Bankaltimtara untuk berkembang sebelum membuka seleksi bagi kandidat dari luar.
“Mendahulukan karier internal bank BPD, tetapi dengan tetap penilaiannya dilakukan berdasarkan kompetensi, integritas, pengalaman perbankan, dan syarat-syarat kompetensi serta potensi lainnya,” tegasnya.
Proses penilaian tetap mengacu pada kompetensi, integritas, pengalaman di bidang perbankan, serta kemampuan kepemimpinan. Apabila tidak ada kandidat internal yang memenuhi syarat, bank dapat melanjutkan tahapan dengan seleksi terbuka atau open bidding.
Talenta Terbaik Asal Kaltim Jadi Prioritas
Andi Harun berharap proses seleksi mampu melahirkan talenta terbaik asal Kalimantan Timur. Menurutnya, sebagai bank pembangunan daerah, Bankaltimtara perlu memberikan ruang lebih besar bagi putra-putri daerah yang memiliki kapasitas dan memenuhi seluruh persyaratan.
“Bank BPD ini adalah milik masyarakat Kaltim, jadi logis apabila kita mendahulukan kepentingan rekrutmen pada talenta-talenta terbaik Kaltim, tentu talenta-talenta terbaik itu memenuhi syarat-syarat kompetensi,” ujarnya.
Alasan di Balik Usulan Syaharie Jaang
Untuk unsur tokoh masyarakat, Andi Harun mengajukan nama Syaharie Jaang. Mantan Wali Kota Samarinda dua periode itu dinilai memiliki pengalaman, rekam jejak, dan kapasitas yang layak untuk mendukung penguatan tata kelola perusahaan.
“Kami mengusulkan Bapak Dr. Haji Syaharie Jaang. Menurut penilaian kami di Kota Samarinda, beliau adalah salah satu di antara tokoh terbaik yang dimiliki oleh Kaltim,” kata Andi Harun.
Akademisi Unmul untuk Jaga GCG
Sementara untuk unsur akademisi, Andi Harun mengusulkan kandidat dari Universitas Mulawarman. Ia menilai kampus tersebut memiliki banyak akademisi yang menguasai bidang ekonomi, keuangan, manajemen portofolio, hingga good corporate governance (GCG).
Antisipasi Jika Seleksi Belum Rampung
Andi Harun mengungkapkan rasa syukurnya karena usulan tersebut diterima dalam RUPS meski sebelumnya muncul opsi seleksi terbuka tanpa batasan unsur. Ia berharap seluruh proses penilaian dapat segera berjalan agar pengisian jabatan definitif selesai tepat waktu.
Apabila proses seleksi belum rampung saat masa jabatan pejabat berakhir, RUPS telah menyetujui penunjukan pelaksana tugas (Plt) hingga pejabat definitif ditetapkan. Menurut Andi Harun, langkah tersebut hanya menjadi solusi sementara. Ia berharap seluruh tahapan seleksi dapat diselesaikan lebih awal sehingga tidak diperlukan lagi pengisian jabatan melalui mekanisme Plt.