KALIMANTAN TIMUR — Palhinha bergabung dengan Bayern pada musim panas 2024, terlambat setahun dari rencana awal setelah dikejar pelatih Thomas Tuchel. Namun di bawah asuhan Vincent Kompany, pemain berusia 30 tahun itu tak pernah menjadi pilihan utama.
Hanya 986 Menit, Tanpa Gol, Satu Kartu Merah
Palhinha mencatatkan 25 penampilan di semua kompetisi musim lalu, tapi tanpa satu pun kontribusi gol. Ia juga mendapat satu kartu merah dan total hanya bermain 986 menit.
Dalam hierarki lini tengah Bayern, ia tertinggal jauh di belakang Joshua Kimmich, Leon Goretzka, dan Aleksandar Pavlovic. Cedera yang menghantuinya sepanjang musim membuat debutnya di Allianz Arena berjalan buruk.
Bangkit di London: 7 Gol dan 3 Assist
Nasib Palhinha berubah drastis saat dipinjamkan ke Tottenham Hotspur musim ini. Meski Spurs nyaris terdegradasi dan harus berjuang hingga pekan terakhir Premier League, Palhinha justru menjadi salah satu pemain terbaik mereka.
Ia mencetak tujuh gol dan tiga assist dalam 45 pertandingan resmi. Gol penentu kemenangan 1-0 melawan Everton di laga pamungkas memastikan Tottenham bertahan di Premier League.
"Saya Ingin Tetap di Sini"
Palhinja secara terbuka menyatakan keinginannya bertahan di London. "Sejak hari pertama saya di sini, saya merasa seperti di rumah sendiri. Para penggemar, penonton, klub papan atas: Siapa yang tidak ingin bermain untuk Tottenham dan tetap tinggal di sini?" ujarnya.
Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, juga mendukung penuh. "Ya, saya ingin mempertahankannya, 100 persen!" katanya.
Bayern Terancam Rugi Besar
Masalahnya, Palhinha masih terikat kontrak di Munich hingga 2028. Jika Tottenham ingin merekrutnya secara permanen, Bayern harus menerima kenyataan menjual dengan harga jauh di bawah 51 juta euro yang mereka bayarkan dua musim lalu.
Kepergian Palhinha akan menjadi kerugian transfer besar kedua Bayern dalam waktu singkat, setelah mereka melepas sejumlah pemain dengan harga murah dalam beberapa bursa terakhir.