SANGATTA — Hingga saat ini, pengurus Persatuan Olahraga Jujitsu Indonesia (POJI) Kutim masih menunggu kepastian dari pihak terkait mengenai jadwal dan skema pelatda. Padahal, Porprov Kaltim VIII direncanakan berlangsung pada tahun 2026, yang berarti waktu persiapan yang tersedia semakin sempit.
Mengapa Kepastian Pelatda Begitu Krusial?
Pelatda merupakan tahapan krusial bagi atlet untuk mengasah teknik, meningkatkan fisik, dan membangun kekompakan tim. Tanpa program latihan terpusat yang terstruktur, atlet jujitsu Kutim harus berlatih secara mandiri di klub masing-masing. Hal ini dinilai tidak efektif untuk menyamakan standar kemampuan dan strategi bertanding.
Ketua POJI Kutim, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan bahwa ketidakpastian ini mulai mengganggu mental para atlet. "Kami khawatir jika terus begini, target kami untuk masuk tiga besar Porprov akan sulit tercapai," ujarnya saat ditemui di Sangatta, belum lama ini.
Apa Dampaknya bagi Atlet dan Target Daerah?
Para atlet jujitsu Kutim sebelumnya telah menunjukkan performa gemilang di sejumlah kejuaraan regional. Namun, tanpa pelatda, konsistensi prestasi mereka diragukan. Beberapa atlet bahkan mulai kehilangan motivasi karena tidak ada kejelasan program latihan jangka panjang.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sebenarnya telah menganggarkan dana untuk pembinaan olahraga. Hanya saja, mekanisme pencairan dan koordinasi teknis dengan pengurus cabang olahraga masih menjadi kendala. "Kami sudah berkoordinasi, tapi belum ada titik terang soal kapan pelatda dimulai," tambah pengurus POJI.
Langkah Selanjutnya yang Diharapkan
POJI Kutim berharap Dispora Kutim segera menggelar rapat koordinasi untuk membahas teknis pelatda. Selain itu, mereka juga meminta agar pembahasan anggaran tidak berlarut-larut sehingga persiapan atlet bisa dimaksimalkan.
Porprov Kaltim VIII sendiri menjadi ajang bergengsi bagi setiap daerah untuk mengukur prestasi olahraga. Bagi Kutim, cabang jujitsu dianggap sebagai salah satu andalan penyumbang medali. Jika persiapan terus tertunda, bukan tidak mungkin target tersebut meleset.