Pencarian

Keluarga Miskin di Samarinda Rasakan Dampak Bantuan Produktif Pemprov Kaltim, Omzet Es Teh Tembus 200 Gelas Sehari

Selasa, 30 Juni 2026 • 20:56:01 WIB
Keluarga Miskin di Samarinda Rasakan Dampak Bantuan Produktif Pemprov Kaltim, Omzet Es Teh Tembus 200 Gelas Sehari
Noor Sary, ibu tunggal di Samarinda, berhasil meningkatkan penjualan es teh hingga 200 gelas per hari berkat bantuan alat usaha dari Pemprov Kaltim.

Ibu berusia 56 tahun yang menjadi orang tua tunggal itu mengaku mendapat semangat baru untuk mandiri secara ekonomi setelah suaminya meninggal dunia. "Bantuan alat kerja yang lengkap diberikan Dinas Sosial Kaltim, membuat jualan es teh saya meningkat hingga menembus penjualan 200 gelas dalam sehari," kata Noor Sary di Samarinda, Selasa.

Nasib serupa dialami Fitri, ibu rumah tangga yang menjadi tulang punggung bagi empat orang anaknya. Ia kini bisa melakukan diversifikasi produk jualan minuman berkat dukungan peralatan usaha seperti blender dan termos es, ditambah modal bahan baku.

"Bantuan Usaha Ekonomi Produktif ini benar-benar menjadi solusi nyata di tengah himpitan ekonomi yang semakin berat karena memberikan kami aset untuk mencari nafkah," ujar Fitri.

Sudah Dua Tahun Berjalan, 2.300 Keluarga Desil 1 dan 2 Tersentuh

Kepala Dinas Sosial Kaltim Andi Muhammad Ishak mengungkapkan, program ini sudah berjalan dua tahun dan menyasar lebih dari 2.300 keluarga dari desil 1 dan 2. Mereka tersebar di sepuluh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

"Termasuk para wanita rawan sosial ekonomi agar usaha mereka bisa berkelanjutan," jelas Andi.

Pemerintah mengubah paradigma bantuan sosial dari yang awalnya bersifat konsumtif menjadi dukungan yang memandirikan. Proses penyaluran bantuan modal usaha dipastikan tepat sasaran menggunakan basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Rintisan Bisnis Sesuai Keahlian, Bukan Sekadar Uang Tunai

Dinsos Kaltim merancang program ini secara spesifik agar masyarakat rentan memiliki alat kerja yang memadai untuk menjalankan bisnis rintisan. Bantuan diberikan sesuai dengan keahlian masing-masing penerima, bukan sekadar uang tunai yang bisa habis untuk kebutuhan konsumtif.

Dinsos Kaltim optimistis suntikan modal usaha tersebut kelak mampu menjadi stimulus kuat yang menggerakkan roda perekonomian. Tujuannya, masyarakat penerima tidak terus bergantung pada bantuan sosial pemerintah.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks