BALIKPAPAN — Ratusan personel kepolisian dan warga sekitar bahu-membahu menanam bibit mangrove di pesisir Pantai Lamaru, Rabu pagi. Pantai yang menjadi salah satu destinasi wisata andalan Kota Balikpapan itu selama beberapa tahun terakhir terus tergerus ombak.
Mengapa Pantai Lamaru Jadi Prioritas?
Kawasan pesisir ini masuk dalam zona rawan abrasi di Balikpapan. Dalam lima tahun terakhir, garis pantai di titik tertentu mundur hingga belasan meter, mengancam pemukiman dan ekosistem mangrove yang tersisa.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menyebut penanaman 5.000 bibit ini bukan sekadar seremoni. "Ini bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan. Mangrove adalah benteng alami yang melindungi daratan dari abrasi dan gelombang pasang," ujarnya di sela kegiatan.
Awal Mula: Inisiatif dari Peringatan Hari Bhayangkara
Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang tahun ini mengusung tema kepedulian sosial dan lingkungan. Polri tidak hanya menggelar bakti sosial, tetapi juga aksi nyata yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
Pemilihan Pantai Lamaru bukan tanpa alasan. Selain rawan abrasi, kawasan ini juga menjadi pintu masuk wisatawan yang kerap terdampak kerusakan pantai. Dengan rehabilitasi mangrove, diharapkan ekosistem pesisir pulih dan pariwisata setempat kembali bergairah.
Langkah Selanjutnya: Perawatan Rutin dan Perluasan Area
Penanaman 5.000 bibit mangrove tidak berhenti sampai di sini. Polda Kaltim berencana melakukan monitoring dan perawatan secara berkala bersama komunitas lingkungan dan warga sekitar.
"Kami tidak ingin bibit ini mati sia-sia. Ada tim yang akan memantau pertumbuhannya setiap bulan," tambah Irjen Endar. Ke depan, area penanaman juga akan diperluas ke titik-titik pesisir lain yang terancam abrasi di Balikpapan dan sekitarnya.
Warga sekitar menyambut baik langkah kepolisian. Mereka berharap kegiatan serupa rutin dilakukan setiap musim tanam agar pesisir Balikpapan tetap terjaga dari ancaman abrasi yang kian nyata.