BONTANG — Dua tim dari SMAN 2 Bontang sekaligus menyabet gelar juara pertama dan kedua dalam pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum (DPSH) 2026 tingkat Kota Bontang. Keberhasilan ini tidak lepas dari gagasan program berbasis teknologi yang mereka usung, yakni kampanye sadar hukum melalui platform digital sebagai upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba dan kasus perundungan di sekolah.
Inovasi Siber Jadi Kunci Kemenangan
Berbeda dari peserta lain yang mengandalkan sosialisasi tatap muka, kedua tim dari SMAN 2 Bontang mengusung pendekatan digital. Mereka merancang serangkaian konten edukatif dan sistem pelaporan anonim yang bisa diakses pelajar melalui gawai masing-masing.
“Kami melihat bahwa perundungan dan ancaman narkoba kini banyak terjadi di ranah siber. Maka solusinya juga harus berbasis digital,” ujar salah satu perwakilan tim juara, Selasa lalu. Inovasi ini dinilai dewan juri lebih relevan dengan kebiasaan remaja masa kini.
Mengapa Program Ini Dinilai Tepat Sasaran?
Kota Bontang yang dikenal sebagai kawasan industri memiliki keragaman latar belakang pelajar. Kasus perundungan dan penyalahgunaan narkoba kerap muncul tanpa terdeteksi oleh pihak sekolah karena minimnya saluran pelaporan yang aman bagi siswa. Program siber dari SMAN 2 Bontang menjawab celah itu dengan menyediakan kanal pelaporan tanpa identitas serta materi literasi hukum yang dikemas dalam format video pendek dan kuis interaktif.
Tim juri menilai pendekatan ini tidak hanya preventif, tetapi juga memberikan ruang partisipasi aktif bagi pelajar. “Mereka tidak hanya menjadi objek sosialisasi, tapi subjek yang ikut mengawasi lingkungannya,” tambah salah satu juri.
Apa Langkah Selanjutnya bagi Para Juara?
Kemenangan di tingkat kota ini membuka peluang bagi para duta terpilih untuk mewakili Bontang di ajang serupa tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Pihak sekolah menyatakan akan terus mendukung pengembangan program siber tersebut agar bisa diadopsi oleh sekolah-sekolah lain di wilayah tersebut.
“Kami berharap inovasi ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain. Masalah narkoba dan bullying tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri,” pungkas pembina tim dari SMAN 2 Bontang.