SAMARINDA — Yarpan Hakim resmi menjadi calon tunggal Ketua ABTI Kalimantan Timur untuk periode 2026-2030. Kepastian ini diperoleh setelah proses verifikasi dan pendaftaran calon ditutup pada pekan lalu, tanpa ada penantang lain yang mendaftar.
Fenomena calon tunggal di organisasi olahraga daerah bukan hal baru, namun tetap menjadi perhatian. Bagi ABTI Kaltim, situasi ini justru dinilai memberikan keuntungan berupa efisiensi waktu dan konsolidasi internal yang lebih cepat.
Program Prioritas: Lapangan Standar dan Pelatih Asing
Yarpan Hakim tidak membuang waktu. Ia langsung membeberkan dua program utama yang akan dijalankan jika resmi terpilih. Pertama, pembangunan lapangan bola tangan standar internasional di Samarinda.
“Kami targetkan tahun pertama ada satu lapangan yang memenuhi standar Federasi Bola Tangan Internasional (IHF). Ini penting untuk pembinaan dan menggelar turnamen,” ujar Yarpan dalam keterangan pers yang diterima redaksi.
Kedua, mendatangkan pelatih asing. Menurut Yarpan, kompetisi bola tangan di level Asia Tenggara dan Asia sudah sangat ketat. Tanpa sentuhan pelatih berkualitas internasional, atlet Kaltim akan kesulitan bersaing.
Mengapa Pelatih Asing Jadi Prioritas?
Selama ini, pembinaan bola tangan di Kaltim masih mengandalkan pelatih lokal dengan keterbatasan jam terbang internasional. Yarpan menilai, transfer pengetahuan dari pelatih asing bisa mempercepat peningkatan kualitas teknik dan strategi pemain.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan metode lama. Pelatih asing bisa membawa standar latihan yang berbeda, termasuk pola periodisasi dan analisis pertandingan,” tambahnya.
ABTI Kaltim sendiri saat ini tengah memetakan jumlah atlet binaan di empat kota besar: Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan Tenggarong. Data ini akan menjadi dasar rekrutmen pemain potensial untuk dibina lebih lanjut.
Jadwal dan Tahapan Seleksi
Musyawarah provinsi (Musprov) ABTI Kaltim dijadwalkan berlangsung pada awal 2026. Dalam forum itu, Yarpan Hakim akan resmi ditetapkan sebagai ketua definitif. Setelah itu, ia akan membentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan harian.
Langkah pertama yang sudah disiapkan adalah pendataan ulang atlet dan pelatih di seluruh kabupaten/kota. Yarpan juga berencana menggelar kejuaraan daerah (Kejurda) pada pertengahan 2026 sebagai ajang seleksi awal.
“Setelah kepengurusan terbentuk, kami tidak akan lama-lama. Kejurda harus cepat digelar agar kita bisa melihat langsung potensi atlet di lapangan,” pungkasnya.