Pencarian

SMA Prima YPPSB Juara I Duta Pelajar Sadar Hukum Kutim 2026 Berkat Game Godot Anti-Kekerasan Remaja

Selasa, 23 Juni 2026 • 22:19:31 WIB
SMA Prima YPPSB Juara I Duta Pelajar Sadar Hukum Kutim 2026 Berkat Game Godot Anti-Kekerasan Remaja
Tim Duta Pelajar SMA Prima YPPSB merayakan kemenangan juara I Duta Pelajar Sadar Hukum Kutim 2026.

SANGATTA — Tim Duta Pelajar Sadar Hukum dari SMA Prima YPPSB berhasil menyabet gelar juara pertama tingkat Kabupaten Kutai Timur tahun 2026. Kemenangan ini diraih berkat sebuah game interaktif buatan mereka yang menggunakan platform Godot, sebuah mesin pengembangan gim sumber terbuka.

Game Godot Jadi Senjata Baru Lawan Kenakalan Remaja

Para siswa merancang gim ini bukan sekadar untuk kompetisi. Mereka menyematkan skenario-skenario yang kerap memicu tawuran, perundungan, hingga tekanan teman sebaya. Pemain diajak mengambil keputusan dalam situasi sulit yang biasa dihadapi remaja, lalu melihat konsekuensi dari setiap pilihan.

“Lewat gim ini, kami ingin teman-teman belajar tanpa merasa digurui. Mereka bisa mengalami sendiri dampak dari keputusan yang salah,” ujar salah satu anggota tim, Senin lalu.

Apa yang Membuat Game Ini Berbeda?

Alih-alih sekadar kuis atau poster digital, game Godot buatan SMA Prima YPPSB menghadirkan simulasi interaktif. Pemain harus melewati level-level yang menguji pemahaman mereka tentang aturan hukum, hak asasi manusia, dan konsekuensi pidana bagi pelaku kekerasan.

Penggunaan Godot dipilih karena ringan dan bisa dijalankan di perangkat dengan spesifikasi rendah. Ini penting mengingat tidak semua siswa memiliki gawai canggih. Tim juga merancang antarmuka berbahasa Indonesia agar lebih mudah dicerna pelajar di Kutim.

Dari Kompetisi ke Implementasi Nyata

Kepala SMA Prima YPPSB mengatakan pihaknya berencana mengintegrasikan game ini ke dalam program pembinaan kesiswaan. Tidak menutup kemungkinan gim tersebut akan dibagikan ke sekolah-sekolah lain di Kutai Timur sebagai bagian dari edukasi sadar hukum.

“Kami melihat potensi besar. Anak-anak lebih reseptif kalau belajarnya sambil bermain. Ini bisa jadi model baru untuk pencegahan kenakalan remaja,” katanya.

Langkah Selanjutnya untuk Duta Pelajar Sadar Hukum

Setelah memenangkan kompetisi tingkat kabupaten, tim SMA Prima YPPSB akan mewakili Kutai Timur ke tingkat provinsi Kalimantan Timur. Mereka tengah menyempurnakan konten game, termasuk menambahkan studi kasus dari putusan pengadilan anak yang nyata.

Pihak Dinas Pendidikan setempat menyambut baik inovasi ini. Mereka menilai pendekatan berbasis gim lebih relevan dengan keseharian generasi Z yang akrab dengan layar sentuh dan aplikasi.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks