Selama bertahun-tahun, Razer identik dengan estetika gaming yang terang-terangan: lampu neon, logo menyala, dan desain agresif. Rogue V4 membalikkan ekspektasi itu. Ransel ini tampil sebagai aksesori travel yang serius—bukan pernyataan fashion gamer.
Windows Central, yang pertama mengulas produk ini, mengaku awalnya skeptis. "Mengapa saya harus mengeluarkan 100 dolar lebih untuk sebuah ransel ketika tas tanpa merek seharga 30 dolar dari Amazon masih berfungsi?" tulis reviewer mereka. Setelah menguji, mereka berbalik paham: "Razer berhasil mengubah benda sehari-hari yang membosankan menjadi kebutuhan harian premium yang benar-benar saya nantikan untuk dikemas."
Dua Varian untuk Dua Beban Bawaan yang Berbeda
Rogue V4 hadir dalam dua pilihan yang ditentukan oleh ukuran laptop dan volume barang bawaan. Varian 16 inci dibanderol 109,99 dolar AS (sekitar Rp1,76 juta) dan dirancang untuk perangkat kelas menengah seperti Razer Blade 16. Sementara varian 18 inci seharga 139,99 dolar AS (sekitar Rp2,24 juta) diperuntukkan bagi laptop desktop-replacement sebesar Razer Blade 18—atau siapa pun yang kerap membawa keyboard mekanik ukuran penuh dan peralatan audio lengkap.
Rekayasa Berat: Dari Tali Bahu hingga Sistem Ventilasi
Razer mengklaim telah merekayasa ransel ini secara intensif—dan reviewer membenarkannya. Tali bahu diperkuat dengan bantalan tebal dan lebar, sementara panel punggung menggunakan material mesh yang sangat ventilatif. Ini bukan sekadar kenyamanan; ini soal distribusi beban. "Saat membawa dua laptop, ROG Ally, Kindle, dan headset gaming ukuran penuh sekaligus, tas murah saya biasa membuat bahu terasa pegal. Rogue V4 mendistribusikan beban berat dengan indah," tulis Windows Central.
Ransel ini dibangun seperti tank. Lapisan luar yang kokoh dan sistem kompartemen berlapis—saku di dalam saku di dalam saku—menjadi nilai jual utama. Bahkan ada saku keamanan tersembunyi untuk dokumen perjalanan. Namun, ada peringatan: jangan buka ransel ini di tempat umum jika Anda tidak ingin menarik perhatian. Lapisan dalam berwarna hijau terang Razer akan langsung terlihat dari kejauhan.
Satu Kelemahan: Harga dan Minimalisme yang Terkompromi
Harga tetap menjadi kendala utama. Untuk sebuah aksesori tanpa prosesor di dalamnya, 110 hingga 140 dolar AS adalah investasi yang substansial. Pengguna minimalis mungkin akan kewalahan dengan jumlah saku yang berlebihan—dan branding Razer yang cukup besar di bagian depan tidak akan cocok untuk semua orang.
Menariknya, reviewer sempat mengira ransel ini kekurangan lubang akses untuk kabel power bank ke saku luar. Ternyata fitur itu ada—tersembunyi di antara labirin kompartemen. "Itu menunjukkan betapa banyaknya saku, celah, dan sudut yang dimiliki benda ini," kata mereka.
Rogue V4 mulai tersedia di toko resmi Razer dan Amazon sejak 4 Juni 2026. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan di Indonesia, tetapi mengingat Razer memiliki pasar yang kuat di Asia Tenggara, bukan tidak mungkin ransel ini akan masuk ke distributor lokal dalam waktu dekat.