SAMARINDA — Kepala Balai TNK Syaiful Bahri mengungkapkan data keanekaragaman hayati itu terdiri atas 90 jenis mamalia, 196 jenis kupu-kupu, dan 38 jenis fauna goa. Angka tersebut merupakan hasil pemantauan terbaru yang dilakukan pihaknya di kawasan hutan yang membentang di tiga wilayah, yaitu Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Kutai Timur.
"Kami mencatat keanekaragaman fauna di Taman Nasional Kutai sebanyak 324 spesies," kata Syaiful di Samarinda, Kamis.
Drone Thermal dan Kamera Jebak untuk Lacak Satwa Langka
Untuk memaksimalkan pengawasan di tengah potensi gangguan habitat, pengelola TNK mengandalkan teknologi berupa drone thermal dan kamera jebak. Alat pemantau itu, menurut Syaiful, membutuhkan waktu hingga bulan ketiga agar satwa terbiasa dan mulai terekam.
Kamera jebak berhasil merekam kemunculan kembali macan dahan, satwa yang sempat disangka telah punah di kawasan tersebut. Lensa pemantau juga menangkap pergerakan burung tokhtor Kalimantan serta memastikan eksistensi burung kuau yang sebelumnya ditemukan di Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur.
Kolaborasi dengan LSM untuk Konservasi Orangutan dan Banteng
Balai TNK menggandeng Yayasan Jejak Pulang dari Samboja untuk memperkuat instrumen konservasi orangutan. Fokus kerja sama saat ini adalah kajian kelayakan habitat di dalam kawasan TNK sebagai titik pelepasliaran bagi orangutan yang siap dikembalikan ke alam bebas.
"Fokus utama kolaborasi tersebut saat ini adalah melakukan kajian terkait kelayakan habitat di kawasan hutan TNK sebagai titik pelepasliaran bagi orangutan yang telah siap dikembalikan ke alam bebas," papar Syaiful.
Langkah lanjutan, pengelola juga bekerja sama dengan Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin) untuk pendampingan perlindungan sisa populasi banteng Kalimantan di area taman nasional.
Warga Lokal Jadi Garda Terdepan Pelestarian
Pengelola menyadari bahwa menjaga bentang alam seluas itu membutuhkan dukungan warga sekitar. Pelibatan masyarakat diwujudkan melalui pengembangan pariwisata minat khusus yang menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
"Pelibatan masyarakat diwujudkan melalui pengembangan pariwisata minat khusus yang menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk menjadikan warga sebagai garda terdepan pelindung hutan sekaligus penggerak ekonomi daerah lewat program Perhutanan Sosial," ungkap Syaiful.
Taman Nasional Kutai merupakan kawasan pelestarian alam dengan dominasi hutan dipterokarpa seluas 145.745,46 hektare dari total luas kawasan. Tujuh tipe ekosistem berbeda menghuni area konservasi ini, menjadikannya salah satu kantong keanekaragaman hayati utama di Kalimantan Timur.