KALIMANTAN TIMUR — Kasus ini mencuat setelah investigasi BBC Panorama dan The Times mengungkap sejumlah perempuan menuduh Sullivan, 77 tahun, melakukan perilaku eksploitatif dan predator seksual, termasuk memaksa mereka berhubungan intim saat pertemuan bisnis. Sullivan membantah keras semua tuduhan yang mencakup periode saat ia meraup kekayaan dari industri pornografi, media cetak, dan sepak bola itu.
FA Buka Investigasi Safeguarding pada 2023
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) memulai investigasi pada 2023 setelah menerima pengaduan terkait perilaku Sullivan, yang saat itu menjabat sebagai salah satu ketua West Ham. Sebagai respons, sebuah kelompok safeguarding yang terdiri dari perwakilan klub, FA, dan pemerintah daerah setempat memutuskan untuk mencegah Sullivan mengakses tim junior dan tim putri klubnya sendiri.
Keputusan itu, menurut West Ham, merupakan praktik terbaik yang disepakati bersama pihak independen eksternal. Juru bicara klub menegaskan bahwa hanya pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proses safeguarding yang diberi tahu, dan jumlah orang yang mengetahui sengaja dibatasi seminimal mungkin.
London Stadium dan Tim Putri Baru Tahu dari Media
London Stadium, yang mengoperasikan stadion berkapasitas 62.500 kursi tersebut, mengaku baru mengetahui pembatasan ini dari pemberitaan. Mereka telah mengirim surat kepada West Ham, FA, dan otoritas setempat untuk meminta informasi lebih lanjut tentang proses dan alasan tidak diberitahukannya mereka.
Yang lebih mengejutkan, tim putri West Ham yang berlaga di Women's Super League (WSL) juga tidak mengetahui adanya pembatasan akses dan interaksi Sullivan dengan mereka. Situasi ini memicu pertanyaan serius tentang transparansi prosedur safeguarding di klub Premier League tersebut.
Sullivan Sebut Pembatasan Tak Berdampak pada Pekerjaannya
Sullivan mengklaim bahwa kesepakatan sementara dengan FA hanya melarangnya bertemu pemain akademi atau tim putri secara "1-1" hingga pengaduan anonim terselesaikan. Ia menegaskan tuduhan itu tidak ada hubungannya dengan masa baktinya di West Ham selama 16 tahun dan "tidak pernah terjadi".
"Saya melihatnya sebagai pembatasan yang tidak berarti, karena tidak berdampak pada pekerjaan saya sama sekali. Saya menerimanya demi ketenangan," ujar Sullivan. Ia juga menolak menyebut kesepakatan itu sebagai "larangan" disipliner.
FA enggan berkomentar detail, hanya menyatakan memiliki prosedur safeguarding yang ketat. Sementara itu, London Stadium dan tim putri West Ham masih menunggu jawaban atas surat yang mereka kirimkan.