Pencarian

Dispar Kaltim Ajak Masyarakat Berwisata ke Air Panas Asin Pemapak di Berau, Sumber dari Resapan Karst Langka

Rabu, 10 Juni 2026 • 13:09:31 WIB
Dispar Kaltim Ajak Masyarakat Berwisata ke Air Panas Asin Pemapak di Berau, Sumber dari Resapan Karst Langka
Air Panas Asin Pemapak di Berau, sumber panas bumi dari resapan karst yang langka di Kaltim.

BERAU — Air panas yang muncul dari bentang alam karst di Desa Biatan Bapinang, Kaltim, menjadi daya tarik wisata baru yang digenjot pemerintah daerah. Berbeda dari sumber air panas vulkanik pada umumnya, air di sini dihasilkan dari proses resapan batu karst yang menyerap panas bumi, lalu mengalir dan bermuara di kawasan tersebut.

"Air panas ini bukan termal atau vulkanik, melainkan hasil resapan dari batu karst yang menyerap panas, kemudian airnya mengalir dan bermuara di sini," ujar Kepala Dispar Kaltim Ririn Sari Dewi di Samarinda, Rabu.

Dikelola Masyarakat Kampung, Kunjungan Tembus 600 Orang di Akhir Pekan

Kawasan wisata ini sudah dibuka sejak 2004, namun pengelolaan serius baru dilakukan tiga tahun terakhir oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat. Pemerintah Desa Biatan Bapinang telah memberikan izin resmi pengelolaan kepada BUMDes.

"Pengelolaan yang melibatkan masyarakat lokal menjadi kunci agar sumber daya yang ada sukses dimanfaatkan untuk menggerakkan roda ekonomi desa," ungkap Ririn.

Antusiasme wisatawan terbilang tinggi. Berdasarkan data aparat desa, pada hari biasa kunjungan mencapai 200 hingga 300 orang per hari. Lonjakan terjadi setiap akhir pekan, dengan angka pengunjung yang bisa mencapai 600 orang.

Fasilitas dan Keunikan: Kolam Rendaman hingga Area Privat

Pengelola telah melengkapi lokasi dengan berbagai fasilitas, termasuk kolam rendaman umum dan penyewaan tenda. Untuk pengunjung yang menginginkan suasana lebih privat, tersedia pula wadah khusus bagi tamu VIP.

Sekretaris Kampung Biatan Bapinang, Septi Eunike, menegaskan fenomena air panas dari karst ini sangat jarang terjadi di wilayah tanpa gunung berapi. "Tidak ada gunung berapi di sini, namun muncul karst yang menghasilkan air panas," kata Septi.

Pihak Dispar Kaltim berharap destinasi ini bisa menjadi alternatif utama wisata air panas bagi warga Kalimantan Timur, sekaligus mendorong perekonomian desa melalui sektor pariwisata berbasis komunitas.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks