Pencarian

Indeks Lingkungan Hidup Kutai Timur Tertinggi di Kaltim dengan Skor 80,85, Bupati Beberkan Strategi Pengawasan Tambang

Kamis, 04 Juni 2026 • 12:03:31 WIB
Indeks Lingkungan Hidup Kutai Timur Tertinggi di Kaltim dengan Skor 80,85, Bupati Beberkan Strategi Pengawasan Tambang
Bupati Kutai Timur Ardiansyah memaparkan strategi pengawasan tambang untuk meningkatkan kualitas lingkungan daerah.

SANGATTA — Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatatkan diri sebagai daerah dengan kualitas lingkungan terbaik di Kalimantan Timur. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) daerah itu mencapai 80,85 poin pada 2025, naik signifikan dari 75,85 poin pada 2024.

Capaian ini menempatkan Kutim di atas sembilan kabupaten/kota lain di provinsi tersebut. Berau, yang berada di posisi kedua, hanya meraih 77,21 poin. Disusul Kutai Kartanegara (74,68), Samarinda (73,42), Balikpapan (72,90), Kutai Barat (71,05), Bontang (70,22), Paser (69,18), Mahakam Ulu (68,74), dan Penajam Paser Utara (67,55).

"Nilai IKLH Kutai Timur meningkat jadi 80,85 poin pada 2025, hal ini tentu menjadi cermin dari upaya pengelolaan lingkungan yang semakin tertata," ujar Bupati Kutim Ardiansyah di Sangatta, Rabu.

Sensor di Muara Sungai dan Denda bagi Perusahaan

Bupati Ardiansyah membeberkan sejumlah langkah konkret yang mendorong perbaikan indeks tersebut. Salah satunya adalah pengawasan tambang dan industri yang diperketat melalui aturan baru: pencabutan izin lingkungan jika ditemukan limbah melebihi baku mutu.

Pemerintah daerah juga memasang pemantau otomatis atau sensor di muara sungai dekat tambang batu bara dan perkebunan. Data dari sensor itu langsung masuk ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, sehingga pelanggaran lingkungan bisa segera terdeteksi.

"Industri diwajibkan menyediakan kolam pengendapan dan pengolahan limbah lengkap, termasuk menerapkan denda maksimal bagi perusahaan yang membuang langsung ke sungai," kata Ardiansyah.

Program Air Bersih Berbasis Tanaman Enceng Gondok

Di sisi lain, pemda menggulirkan Program Siaga Perisai (Sinergi Aksi Bersama Pemenuhan Air Bersih). Program ini merupakan kolaborasi antara pemerintah, warga, dan perusahaan.

Di desa-desa, dipasang filter sederhana dan ramah lingkungan yang memanfaatkan tanaman enceng gondok serta arang untuk penjernihan air secara alami. Langkah ini dinilai efektif meningkatkan akses warga terhadap air bersih di tengah aktivitas pertambangan.

IPM dan Sektor Pertanian Juga Meningkat

Dalam kesempatan terpisah saat penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025, Bupati Ardiansyah menyebut keberhasilan tidak hanya di bidang lingkungan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kutim naik dari 75,90 pada 2024 menjadi 76,48 pada 2025, mencerminkan perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, dan standar hidup.

Sektor pertanian dan perkebunan juga menunjukkan geliat positif. Kontribusi kedua sektor itu terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat dari 8,80 persen pada 2024 menjadi 10,96 persen pada 2025.

Pelayanan publik pun ikut membaik. Indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah daerah naik dari 81,41 poin pada 2024 menjadi 85,82 poin pada 2025.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks