BONTANG — Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.30 Wita. Hatijah mengaku sempat panik karena cucunya masih tertidur di dalam kamar saat seluruh bangunan ambruk. Beruntung, sang cucu berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa luka berarti.
“Kejadiannya tidak sampai hitungan detik. Tiba-tiba bangunan ambruk, sementara cucu saya masih tidur di dalam kamar. Saya langsung panik,” ujar Hatijah kepada petugas di lokasi, Minggu (24/5/2026).
Struktur Kayu Penyangga Tak Kuat Menahan Beban Batako
Lurah Berebas Tengah, Hasmawi, menduga penyebab ambruknya rumah berasal dari kerusakan struktur penyangga di bagian bawah bangunan. Bagian atas rumah menggunakan konstruksi semen dan batako, sedangkan tiang penyangganya hanya dari kayu.
“Kondisi tersebut diperparah oleh beban bangunan yang cukup berat,” terang Hasmawi saat meninjau lokasi keesokan harinya.
Pernah Dapat Bantuan Perbaikan pada 2024, Kini Kembali Rusak Berat
Hatijah mengungkapkan bahwa rumahnya sebelumnya pernah mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2024. Namun, bangunan yang sama kini kembali rusak berat dan tidak lagi layak huni.
Sehari setelah kejadian, personel Batalyon Arhanud 7/ABC bersama BPBD Bontang, aparat kelurahan, dan warga setempat bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang roboh. Hatijah bersama keluarganya untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian.
Sebagai penjual sayur keliling, Hatijah berharap mendapat bantuan untuk membangun kembali tempat tinggalnya. “Harapannya ada bantuan perbaikan rumah karena sekarang saya sementara tinggal di rumah keluarga,” katanya.
Pemkot Siapkan Rusunawa untuk Tempat Tinggal Sementara
Pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Pemerintah Kota Bontang untuk menangani kebutuhan dasar korban. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penempatan sementara di rumah susun sederhana sewa (rusunawa).
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan pemerintah kota. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penempatan sementara di rusunawa,” pungkas Hasmawi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai jumlah kerugian material akibat ambruknya rumah tersebut. BPBD Bontang masih melakukan pendataan dan asesmen lebih lanjut di lokasi kejadian.