PENAJAM PASER UTARA — Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menghadiri langsung pengukuhan pengurus Dewan Pengurus Wilayah Masyarakat Adat Nusantara (DPW Matra) Kalimantan Timur periode 2025–2030. Acara yang berlangsung di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) ini menjadi simbol integrasi nilai budaya dalam pembangunan nasional.
Pelantikan Bambang Arwanto sebagai Ketua DPW Matra Kaltim oleh Ketua Umum DPP Matra, KPH. Andi Bau Malik Barammamase Satrio Sasmita, menandai babak baru keterlibatan masyarakat adat. Pemerintah berkomitmen merangkul elemen lokal guna menjaga identitas Nusantara di tengah transisi besar pemindahan ibu kota negara.
Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu Keragaman Adat di IKN
Basuki menekankan bahwa meskipun IKN menjadi titik temu berbagai suku dan adat, bahasa Indonesia tetap menjadi instrumen utama pemersatu. Kehadiran tokoh-tokoh adat dari berbagai latar belakang di jantung IKN menunjukkan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang nyata dalam proses pembangunan.
"Kami ucapkan selamat kepada tim yang telah dikukuhkan oleh Ketum DPW Matra, semoga amanahnya bisa dijalankan sebaik-baiknya. Saya berterima kasih karena IKN telah dipilih sebagai tempat pengukuhan Matra ini, luar biasa," ujar Basuki Hadimuljono, Minggu (3/5).
Ia juga menambahkan bahwa keragaman suku yang hadir disatukan oleh kekuatan bahasa nasional. "Ini kan macam-macam semua dari adat atau sukunya, ternyata yang menyatukan kita di sini adalah bahasa Indonesia. Ini sangat powerful," tegasnya.
Dorong Kemandirian Pangan Berbasis Komunitas Adat
Selain aspek kebudayaan, kolaborasi ini diarahkan pada sektor strategis seperti ketahanan pangan. Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Akmal Malik, mendorong Matra Kaltim untuk mengambil peran aktif dalam penyediaan pangan di wilayah Nusantara.
"Saya berharap, Matra Kaltim ini bisa berkolaborasi dengan IKN dan yayasan-yayasan, terkait dengan kemandirian pangan. Bagi saya, Matra, ayo kita berkolaborasi, mulai dari membangun budaya kemandirian pangan ini di IKN," kata Akmal Malik.
Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pangan mandiri yang dikelola oleh masyarakat lokal. Hal ini sejalan dengan visi IKN sebagai kota berkelanjutan yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga berdaulat secara sumber daya melalui pelibatan komunitas adat setempat.
Komitmen Menghormati Kearifan Lokal dalam Pembangunan
Ketua Umum DPP Matra, KPH. Andi Bau Malik Barammamase Satrio Sasmita, menyatakan kebanggaannya atas prosesi pelantikan yang digelar langsung di jantung ibu kota baru. Ia berharap momentum ini memicu lahirnya berbagai festival adat yang dapat memperkuat identitas lokal Kalimantan Timur di mata dunia.
Pihak Otorita IKN menegaskan bahwa prinsip "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" menjadi landasan utama dalam setiap tahapan konstruksi. Penghormatan terhadap nilai-nilai adat dianggap sebagai kunci keberhasilan pembangunan daerah baru yang harmonis dan inklusif.
Basuki Hadimuljono meminta dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat adat untuk kelancaran proyek strategis nasional ini. Sinergi antara pemerintah dan lembaga kebudayaan seperti Matra diharapkan mampu meminimalkan potensi konflik sosial dan mempercepat transformasi IKN menjadi pusat peradaban baru.