Pencarian

Harga BBM Non Subsidi Kaltim Stabil Sejak 18 April

Sabtu, 02 Mei 2026 • 18:27:27 WIB
Harga BBM Non Subsidi Kaltim Stabil Sejak 18 April
Harga BBM non subsidi di Kaltim stabil sejak 18 April 2026.

Samarinda — Pertamina mempertahankan harga bahan bakar minyak non subsidi di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kalimantan Timur tanpa perubahan per Sabtu 2 Mei 2026. Pantauan laman MyPertamina menunjukkan harga BBM subsidi dan non subsidi tetap stabil.

Harga non subsidi berlaku sejak 18 April 2026 ini jauh lebih tinggi dibanding periode April sebelumnya. Pertamax Turbo naik dari Rp13.350 menjadi Rp19.850 per liter, sementara Dexlite meloncat dari Rp14.500 ke Rp24.150, dan Pertamina Dex dari Rp14.800 menjadi Rp24.450 per liter.

Mekanisme Penyesuaian Harga Pertamina

Pertamina secara rutin mengumumkan penyesuaian dan pembaruan harga BBM non subsidi setiap tanggal 1 di setiap bulannya. Langkah ini mengimplementasikan Keputusan Menteri ESDM No 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan atas Kepmen No 62 K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis BBM umum.

"PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri ESDM No 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui SPBU," dijelaskan Pertamina dalam keterangan resminya.

Pertamax Reguler Tetap Rp12.600 Sejak April

Harga Pertamax reguler di Kalimantan Timur konsisten berada di level Rp12.600 per liter sejak 1 April hingga 1 Mei 2026. Pembeli yang berbelanja melalui Pertashop mendapat harga lebih murah: Rp12.500 per liter untuk Pertamax.

Subsidi BBM Dijamin Stabil hingga Desember

Pemerintah sebelumnya memastikan harga BBM subsidi Pertalite dan Bio Solar tidak akan mengalami kenaikan sampai akhir tahun. Pertalite ditetapkan pada Rp10.000 per liter, sementara Bio Solar Rp6.800 per liter.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen ini saat konferensi pers di Jakarta, Senin 6 April 2026. "Subsidi terhadap BBM akan terus diadakan sampai dengan akhir tahun dan harga BBM bersubsidi tidak akan naik. Anggaran kita cukup," ujarnya.

Dampak Kenaikan Harga Non Subsidi

Kenaikan signifikan harga non subsidi sejak pertengahan April mencerminkan volatilitas harga minyak global dan mekanisme price adjustment formula Pertamina. Konsumen yang menggunakan bahan bakar jenis non subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex mengalami penambahan biaya operasional yang terasa, meski BBM subsidi tetap terjaga.

Perbedaan harga antara periode awal April dan pertengahan April menunjukkan dinamika pasar BBM yang responsif terhadap fluktuasi internasional. Selisih harga Dexlite misalnya, mencapai Rp9.650 per liter dalam kurun waktu dua minggu.

Bagikan
Sumber: niaga.asia

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks