KALIMANTAN TIMUR — Paragraf pembuka: Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan perampingan ini harus dijalankan secara fundamental, bukan sekadar restrukturisasi di atas kertas. Langkah ini mempercepat penataan portofolio anak usaha ID Food menuju entitas TradingCo yang solid dan terintegrasi.
Dari semula 26 entitas, ID Food akan menyisakan hanya tiga entitas pada akhir 2026 mendatang. Kebijakan ini ditempuh untuk mengikis birokrasi internal yang berbelit serta memperkokoh daya saing perseroan di industri pangan nasional. Perampingan serupa sebelumnya juga dilakukan Pertamina yang memangkas 139 anak usaha dan menggabungkan bisnis hulunya jadi satu entitas.
Dony menegaskan transformasi ID Food harus mencakup pembenahan sistem, penguatan tata kelola, hingga perbaikan kultur dan mentalitas organisasi. "Perampingan ini harus kami dorong dan lakukan secara serius dan fundamental. Transformasi ID Food tidak boleh sekadar restrukturisasi perusahaan di atas kertas, tetapi juga harus mencakup pembenahan sistem, penguatan tata kelola hingga perbaikan kultur dan mentalitas organisasi," kata Dony dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).
Sebagai holding pangan BUMN, ID Food menaungi sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor produksi, distribusi, hingga perdagangan pangan. Penyederhanaan struktur anak usaha berpotensi memangkas jalur pengambilan keputusan, sehingga respons terhadap kebutuhan pangan masyarakat bisa lebih cepat. Efisiensi biaya operasional juga menjadi salah satu alasan di balik langkah ini.
Penutup: Perampingan ID Food menambah daftar BUMN yang merapikan struktur anak usahanya sepanjang 2026. Jika rampung sesuai jadwal, ID Food akan menjadi salah satu holding pangan dengan struktur paling ramping di lingkungan BUMN.