KALIMANTAN TIMUR — Bersepeda memang jadi aktivitas harian warga Como, Italia. Tapi seberapa besar manfaatnya untuk jantung, dan di titik mana justru berisiko?
Bersepeda termasuk aktivitas aerobik. Artinya, jantung, pembuluh darah, dan paru-paru bekerja bersamaan saat Anda mengayuh.
Saat bersepeda, napas jadi lebih dalam, tubuh berkeringat, dan suhu tubuh meningkat. Proses inilah yang melatih kebugaran secara keseluruhan, bukan cuma kaki.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Emanoel Oepangat, SpJP(K) dari Siloam Hospitals, menjelaskan efeknya pada otot jantung.
"Kalau orang yang sudah rutin bersepeda, itu ototnya sudah terlatih jantungnya juga sudah terlatih," kata dr Noel kepada detikcom saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).
Bersepeda juga memperkuat otot betis. Efeknya, peredaran darah lebih lancar dan tubuh lebih stabil saat bergerak.
Manfaat ini hanya didapat kalau intensitasnya terkontrol. dr Noel mengingatkan agar tidak memaksa diri sampai intensitas tinggi.
Ada patokan sederhana yang bisa dipakai. "Kita semua tahun ada namanya heart rate zone, zona denyut nadi. Itu 220 dikurangi umur, zona amannya itu adalah 60-80 persen dari angka itu," ujarnya.
Contoh: usia 40 tahun berarti denyut nadi maksimal sekitar 180. Zona aman saat bersepeda ada di kisaran 108-144 denyut per menit.
Risiko muncul saat seseorang jarang latihan tapi memaksa kecepatan tinggi. Denyut nadi bisa melonjak mendekati batas maksimal.
"Kalau seandainya dia jarang latihan, tidak rutin, tapi pada saat misalnya naik sepeda dia ngebut, nah denyut nadinya naik sampai melewati atau hampir 100 persen dari nadi maksimalnya. Nah, itu yang bahaya," tutupnya.
Untuk ibu yang baru mulai gowes, mulailah dari jarak pendek dan tempo santai. Naikkan durasi bertahap selama beberapa pekan sebelum menambah kecepatan.
Hentikan bersepeda dan segera cari bantuan medis jika muncul nyeri dada, sesak napas berat, pusing, atau jantung berdebar tak wajar.
Punya riwayat penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes? Konsultasikan dulu ke dokter sebelum memulai rutinitas gowes.
Rutin bersepeda dengan intensitas terkontrol bisa jadi cara sederhana menjaga jantung tetap sehat, seperti yang dilakukan Bruno Mandaglio di usia 78 tahun.