KALIMANTAN TIMUR — Chania adalah kota pelabuhan di Kreta bagian barat dengan lebih dari 100.000 penduduk tetap. Berbeda dari kota lain di pulau ini, Chania punya karakter urban yang kuat: ada hipster, seniman, dan komunitas lokal dengan suara yang lantang. Hotel butik Ammos yang berdiri 30 tahun di tepi laut kota ini dikelola Nikos Tsepetis, pria kelahiran Chania yang 80 persen stafnya adalah warga lokal.
"We are more international and welcoming to foreigners, and it's a multi-layered city," kata Tsepetis soal kotanya. Menurut dia, kehadiran penduduk asli yang bekerja di sektor pariwisata menciptakan kesinambungan pengalaman bagi wisatawan.
Tsepetis menyebut periode sebelum musim ramai sebagai waktu favoritnya. "April and early May are my favorite time of year because the climate is amazing," ujarnya. Chania berada di ujung barat Kreta sehingga lebih hijau dibanding wilayah lain pulau ini.
Pada musim semi, salju di Pegunungan Lefka Ori atau White Mountains masih terlihat dari laut. Pemandangan itu bisa disaksikan sambil berenang. Bunga-bunga bermekaran, desa dan biara kembali dibuka, dan hujan yang turun membersihkan segala sesuatu sebelum salju mencair.
Satu catatan penting: air laut justru lebih dingin pada musim semi dibanding musim dingin karena lelehan salju. Wisatawan yang sensitif terhadap suhu air sebaiknya menyiapkan pakaian renang khusus atau memilih waktu berenang di siang hari.
Januari dan Februari menjadi bulan kedatangan wisatawan dari berbagai negara untuk aktivitas pegunungan dan ski. Ada pula Pierra Creta, kompetisi ski mountaineering tahunan yang digelar di pulau ini. Musim semi memperpanjang opsi aktivitas: trekking di jalur desa, ski di lereng yang masih bersalju, dan berenang di laut dalam satu perjalanan.
Musim semi di Kreta identik dengan kacang-kacangan dan sayuran hijau. Asparagus tumbuh subur, begitu pula artichoke. Hidangan kambing panggang dengan kentang, zukini, dan tomat menjadi menu khas periode ini.
Untuk tavera sederhana, Tsepetis menyebut Evgonia Tavern yang menyajikan ikan dan daging. Untuk lokasi tepi air yang tak tertandingi, ada Periplous Restaurant di Tanneries Hotel, bekas bangunan pengolahan kulit di tepi laut.
Pada musim semi, perjalanan ke desa-desa pegunungan jadi pilihan karena cuaca masih sejuk dan wisatawan belum banyak. Tsepetis merekomendasikan Ntounias, tavera pedesaan tua di dekat Drakona di area pegunungan. Pengelolanya, Stelios Trilyrakis, sudah 30 tahun menggeluti gerakan slow food. Menu tidak pasti dan waktu makan tidak ketat, tapi harga sangat terjangkau dan semua bahan ditanam sendiri. Kentang gorengnya dimasak dengan minyak zaitun di dalam pot keramik.
Chania adalah kota terbesar kedua di Kreta dan memiliki bandara internasional, Bandara Chania Ioannis Daskalogiannis. Penerbangan langsung dari Athena memakan waktu sekitar satu jam. Dari bandara ke pusat kota berjarak sekitar 15 kilometer dan bisa ditempuh dengan taksi atau bus lokal.
Wisatawan dari Indonesia umumnya transit di Athena atau kota Eropa lain seperti Frankfurt dan Paris sebelum terbang ke Chania. Informasi terkini soal jadwal penerbangan dan tarif transportasi lokal dapat dikonfirmasi via situs resmi bandara atau dinas pariwisata Kreta.
Durasi ideal untuk menikmati Chania dan sekitarnya pada musim semi adalah lima hingga tujuh hari. Tiga hari untuk kota dan pelabuhan tua, sisanya untuk desa pegunungan, jalur hiking, dan mencoba tavera lokal yang tersebar di antara Chania dan Rethymnon.