Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur telah menembus 4.166,72 hektare sejak Januari hingga 7 September 2026. Menyikapi kondisi itu, BPBD Kaltim mengoptimalkan posko siaga darurat dan mendirikan posko pembantu khusus di Bandara APT Pranoto Samarinda untuk mendukung operasi pemadaman udara. Seluruh 10 kabupaten/kota di Kaltim kini telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla.
SAMARINDA — BPBD Kalimantan Timur memastikan posko utama siaga darurat beroperasi penuh sebagai pusat koordinasi lintas sektor. Posko ini terintegrasi dengan TNI, Polri, media, dan instansi terkait untuk merespons status kedaruratan yang telah ditetapkan seluruh 10 kabupaten/kota di Kaltim.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano, menyebut langkah ini ditempuh untuk memantau titik panas secara presisi dan mempercepat koordinasi penanganan karhutla. "Untuk merespons status kedaruratan tersebut, kami telah mendirikan posko utama yang berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas sektor yang terintegrasi dengan TNI, Polri, media, dan instansi terkait lainnya," ujarnya di Samarinda, Selasa.
Selain posko utama, BPBD Kaltim membuka posko pembantu di Bandara APT Pranoto Samarinda. Posko ini berperan mengendalikan operasi pemadaman udara atau water bombing yang menggunakan satu unit helikopter perbantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Penguatan operasional posko didukung pemantauan hotspot secara real-time memanfaatkan teknologi satelit dan sistem informasi deteksi dini SIPONGI.
Rekapitulasi data BPBD Kaltim mencatat luas karhutla sejak Januari hingga 7 September 2026 mencapai 4.166,72 hektare. Kawasan lahan non-hutan menjadi area yang paling luas terbakar, yakni 2.732,42 hektare.
Nono, sapaan akrab Tresna Rosano, mengungkapkan penyebab dominan rentetan kebakaran diduga kuat akibat faktor manusia. Metode pembakaran kerap dijadikan jalan pintas murah untuk pembabatan lahan.
BPBD Kaltim memperkuat sinergi berbagai elemen di lapangan untuk menekan dampak buruk kabut asap. Masyarakat diminta proaktif melaporkan kejadian kebakaran beserta titik koordinatnya.
"Kami meminta para kepala desa, perusahaan, maupun masyarakat proaktif mengirimkan titik koordinat jika menemukan kejadian kebakaran, sehingga operasi pemadaman, baik yang dilakukan oleh satgas darat maupun lewat udara (water bombing), dapat dieksekusi secara cepat dan tepat sasaran," demikian Nono.