Industri Baterai Nikel Disebut Lebih Cocok untuk Motor Listrik Nasional, Ini Alasannya

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 07 September 2026 | 17:34:31 WIB
Raditya Wibowo, CEO Maka Motors, menyampaikan pandangannya mengenai keunggulan teknis baterai nikel untuk motor listrik di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

KALIMANTAN TIMUR — CEO & Founder Maka Motors, Raditya Wibowo, menilai secara teknis baterai nikel memiliki keunggulan signifikan untuk aplikasi kendaraan roda dua. Ia menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026), menanggapi arah pengembangan ekosistem Molinas yang tengah didorong pemerintah.

“Sebetulnya secara teknis energy density nikel lebih tinggi. Artinya, untuk dimensi yang sama dia bisa menampung energi listrik lebih banyak,” kata Raditya.

Keterbatasan Ruang Jadi Faktor Kunci

Karakteristik tersebut dinilai Raditya menjadi nilai jual utama baterai nikel untuk sepeda motor listrik. Berbeda dengan mobil yang punya ruang luas di lantai kendaraan, motor listrik harus mengandalkan kompartemen baterai yang jauh lebih sempit.

“Artinya sebetulnya lebih cocok buat motor karena motor space-nya enggak banyak buat naruh baterai. Jadi, sangat positif untuk penggunaan baterai nikel,” jelasnya.

Dengan dimensi yang sama, baterai nikel mampu menyimpan energi lebih besar. Implikasinya, jarak tempuh motor listrik bisa lebih panjang tanpa harus menambah ukuran fisik baterai.

Harga Bahan Baku Masih Jadi Hambatan

Kendati unggul secara teknis, Raditya mengakui baterai nikel masih kalah bersaing dari sisi harga. Bahan baku yang relatif mahal membuat biaya produksi baterai jenis ini lebih tinggi dibanding baterai non-nikel.

“Cuma memang tantangannya, baterai nikel sekarang adalah harganya juga lebih mahal dibanding yang baterai non-nikel. Wajar karena bahan bakunya juga lebih mahal,” ujarnya.

Kondisi ini yang menurutnya menjadi alasan pemerintah perlu serius mendorong pengembangan baterai nikel domestik. Indonesia memiliki cadangan nikel melimpah yang bisa menjadi modal utama membangun rantai pasok baterai yang mandiri.

“Tapi, kita punya nikel kita sendiri. Jadi, menurutku sangat make sense pemerintah mendorong baterai nikel ini,” tambah Raditya.

Kesiapan Industri Menanti Regulasi

Maka Motors selaku produsen motor listrik lokal menyatakan siap beradaptasi apabila pemerintah menetapkan standar baterai tertentu untuk program Molinas. Perusahaan tidak menutup kemungkinan melakukan penyesuaian teknologi mengikuti arahan kebijakan yang berlaku.

“Kalau misalnya ada yang harus kita sesuaikan di teknologi baterai, kita pasti akan melakukannya sesuai dengan arahan dari pemerintah,” pungkasnya.

Hanya saja, Raditya mengingatkan bahwa pasar sepeda motor listrik domestik saat ini masih sangat kecil. Untuk menekan biaya baterai hingga level kompetitif, dibutuhkan skala produksi besar atau economies of scale yang belum terbentuk.

Molinas Resmi Diluncurkan Pertengahan Agustus

Program Molinas sendiri telah resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 13 Agustus 2026, di fasilitas produksi Alva, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Peluncuran ini mencakup ekosistem pendukung yang diharapkan mampu memperkuat industri, teknologi, dan ketahanan energi nasional.

Kehadiran baterai nikel sebagai salah satu opsi teknologi yang dipertimbangkan pemerintah dinilai bisa mempercepat realisasi target elektrifikasi kendaraan roda dua di Indonesia, sekaligus memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki dalam negeri.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: nikel.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top