Bulog Kaltimtara Salurkan 10.800 Ton Beras hingga September 2026, Stok Aman di 15.129 Ton untuk Jaga HET

Penulis: Endra Sanjaya  •  Senin, 07 September 2026 | 13:21:32 WIB
Petugas menunjukkan beras medium yang disalurkan Bulog Kaltimtara untuk menjaga stabilitas harga di Balikpapan.

Perum Bulog Kanwil Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) telah menggelontorkan 10.800 ton beras ke pasar hingga September 2026 untuk menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen. Intervensi ini menyasar pasar rakyat, ritel modern, hingga gerakan pangan murah di Balikpapan dan sekitarnya. Kepala Bulog Kaltimtara Musazdin Said memastikan cadangan beras medium sebanyak 15.129 ton masih tersimpan di gudang sebagai modal menghadapi lonjakan permintaan.

BALIKPAPAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) menggenjot distribusi beras ke pasar guna meredam potensi gejolak harga. Hingga September 2026, total 10.800 ton beras telah disalurkan melalui berbagai kanal, mulai dari pasar rakyat SP2KP, ritel modern, kios pangan pemerintah, hingga gerakan pangan murah yang digelar bersama pemerintah daerah maupun secara mandiri.

Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara Musazdin Said menegaskan pihaknya tidak hanya sekadar memantau pergerakan harga di lapangan. Ketika terjadi peningkatan permintaan atau penurunan pasokan di tingkat pedagang, Bulog langsung menambah pasokan ke pasar dan ritel modern.

"Intervensi dilakukan melalui pasar rakyat SP2KP, ritel modern, kios pangan pemerintah, hingga gerakan pangan murah yang digelar bersama pemerintah daerah maupun secara mandiri," kata Musazdin di Balikpapan, Minggu.

Stok 15.129 Ton Jadi Modal Kendalikan Harga

Langkah ini ditempuh agar harga beras di tingkat konsumen tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Untuk mendukung kelancaran intervensi, Bulog Kaltimtara masih menguasai cadangan pangan yang mumpuni.

Saat ini total stok yang tersimpan di gudang-gudang wilayah Kaltim dan Kaltara mencapai 15.129 ton beras medium dan 427 ton beras komersial. "Stok tersebut menjadi modal penting bagi kami untuk memperkuat intervensi ketika terjadi gejolak harga atau lonjakan permintaan sewaktu-waktu," jelasnya.

427 RPK di Balikpapan Perpendek Jarak Warga ke Beras

Selain mengandalkan operasi pasar berskala besar, Bulog juga memperluas jangkauan distribusi hingga ke jaringan pengecer berbasis masyarakat. Di Balikpapan, sekitar 427 jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) telah dioptimalkan agar komoditas beras dapat diakses warga dengan jarak yang lebih dekat.

Distribusi juga dirancang agar tidak menumpuk di satu lokasi. Bulog Kaltimtara bersinergi dengan pemerintah setempat melalui pemetaan jadwal operasi pasar yang sistematis.

Kegiatan operasi pasar pada hari Sabtu, Minggu, dan Selasa dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan setempat. Sementara untuk hari Rabu dan Kamis, penyaluran beras dilakukan langsung ke tingkat kelurahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Mengapa Pola Distribusi Dibuat Terjadwal?

Menurut Musazdin, pola distribusi berkala ini sengaja dirancang agar intervensi pasokan pangan mampu menjangkau konsumen akhir secara merata, bukan hanya terpusat di keramaian pasar. Dengan total penyaluran yang masif serta ketahanan stok yang ada, Bulog Kaltimtara optimistis dapat terus mengawal stabilitas pasokan dan meredam potensi gejolak harga pangan di seluruh wilayah Kaltim dan Kaltara sesuai ketentuan pemerintah.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top