Skema Baru BBM Bersubsidi di Balikpapan Dievaluasi, Antrean Biosolar KM 15 Masih Padat

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 07 September 2026 | 10:01:31 WIB
Antrean kendaraan pengisi Biosolar terpantau masih padat di SPBU Kilometer 15 Balikpapan pada hari pertama skema baru BBM bersubsidi.

BALIKPAPAN — Hari pertama pemberlakuan skema baru penyaluran BBM bersubsidi di Balikpapan langsung menyisakan pekerjaan rumah bagi Pemkot. Alih-alih merata, kepadatan kendaraan justru terkonsentrasi di SPBU Kilometer 15, sementara SPBU Kilometer 13 yang berjarak tak jauh dari sana nyaris tanpa antrean.

Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Kota Balikpapan, Zulkifli, mengakui disparitas itu terlihat jelas sejak Senin (7/9/2026). "Untuk antrean pengisian solar di KM 13 dan KM 15, di KM 13 ini landai, bahkan sangat lengang. Antreannya sangat berkurang jauh, tetapi kita lihat masih cukup padat di KM 15," ujarnya.

Aturan Baru: Pemisahan Berdasarkan Berat Kendaraan

Dalam skema yang diteken pekan ini, SPBU KM 13 kini diprioritaskan untuk kendaraan roda enam ke atas dengan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBB) di atas 10 ton—yang mayoritas merupakan armada angkutan barang. Sementara itu, kendaraan roda enam dengan JBB di bawah 10 ton serta kendaraan roda empat diarahkan mengisi Biosolar di SPBU KM 15.

Pembagian ini bertujuan mengurai kepadatan di jalur utama menuju pelabuhan dan kawasan industri. Namun, realisasi di lapangan menunjukkan arus kendaraan berat ke KM 13 tidak sebesar perkiraan, sehingga kapasitas SPBU di sana belum termanfaatkan optimal.

Pemkot Buka Peluang Relaksasi Aturan di SPBU KM 13

Melihat kondisi tersebut, Pemkot Balikpapan mulai mempertimbangkan penyesuaian. Zulkifli menyebut kendaraan dengan JBB 10 ton ke bawah berpeluang diizinkan mengisi di SPBU KM 13 apabila pola antrean tetap landai dalam sepekan ke depan.

"Karena satu hari pemberlakuan ini kelihatan antreannya sangat longgar, nanti kita akan buka yang JBB 10 ton ke bawah juga bisa mengisi di KM 13," paparnya.

Meski begitu, kebijakan itu belum final. Pemkot masih membutuhkan waktu untuk mengamati pola antrean secara menyeluruh. "Ini masih konsep. Kita masih lanjutkan evaluasinya selama minimal seminggu," kata Zulkifli.

Antrean Pertalite Bergeser ke SPBU MT Haryono

Evaluasi tidak hanya menyasar Biosolar. Pada hari pertama, antrean kendaraan roda empat justru meningkat di SPBU MT Haryono. Untuk mengurai kepadatan, Pemkot membuka lokasi pengisian alternatif di kawasan depan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan yang beroperasi pada malam hari.

"Pengisian tidak hanya di MT Haryono, tetapi kita juga buka di depan bandara. Malam sama-sama dibuka supaya antreannya bisa terbagi," ucap Zulkifli.

Optimasi Nozzle dan Libatkan Warga dalam Evaluasi

Selain memperluas titik layanan, pemerintah mendorong pengelola SPBU mengoptimalkan seluruh nozzle yang tersedia. Penambahan nozzle juga diminta untuk mempercepat pelayanan dan memangkas waktu kendaraan mengantre.

Pemantauan akan berlangsung minimal satu pekan ke depan. Dalam proses evaluasi tersebut, Pemkot Balikpapan akan melibatkan pengemudi, camat, lurah, serta pihak terkait lain agar skema penyaluran BBM bersubsidi benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan, bukan sekadar teori di atas kertas.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: kaltimkita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top