KALIMANTAN TIMUR — Artikel ini merangkum 10 pilihan Galaxy S yang harganya sudah turun di awal 2026, berdasarkan pantauan pasar ritel Indonesia. Kami memilah mana yang benar-benar layak dibeli sesuai kebutuhan—bukan sekadar daftar spesifikasi dari situs pabrikan. Karena selisih harga antar model bisa mencapai Rp 5 jutaan, memilih generasi yang tepat akan terasa dampaknya di dompet.
Update software Samsung kini menjanjikan 7 tahun pembaruan OS untuk flagship terbaru, tapi generasi Galaxy S23 dan S24 juga masih kebagian kebijakan serupa. Secara performa, Snapdragon 8 Gen 2 di Galaxy S23 Ultra masih sanggup menjalankan semua game berat di setting tinggi, dan kamera 200MP-nya belum terkalahkan oleh model menengah mana pun di 2026.
Yang perlu diperhatikan: harga yang tercantum di bawah adalah harga pasar ritel, bukan harga pre-order atau program trade-in. Harga bisa berbeda Rp 200-500 ribu tergantung toko dan periode promo.
Ini pilihan paling masuk akal kalau budget kamu mentok di angka Rp 7-8 jutaan. Exynos 2400E di dalamnya sebenarnya versi yang sedikit dipangkas dari Exynos 2400 di S24 biasa, tapi untuk penggunaan harian—sosmed, kamera, gaming ringan—perbedaannya sulit dirasakan.
Kelemahan utamanya: bezel layarnya masih relatif tebal untuk ukuran ponsel 2026, dan pengisian dayanya 25W terasa lambat dibanding kompetitor China di harga sama yang sudah 80W+. Tapi kalau prioritasmu adalah kamera telefoto optis dan software update jangka panjang, tidak ada lawan di kelas ini.
Dua pilihan ini sering bikin bingung karena selisihnya hanya Rp 1 juta. Galaxy S24 compact dengan layar 6,2 inci dan Exynos 2400 menawarkan performa lebih tinggi dari S23 Ultra, tapi S23 Ultra punya keunggulan yang tidak bisa ditandingi: kamera telefoto periskop 10MP dengan zoom optis 10x dan baterai 5.000mAh.
Kalau kamu sering foto dari jarak jauh—konser, safari foto, atau anak yang lagi main di lapangan—S23 Ultra jelas lebih worth it. Tapi kalau kamu butuh HP yang nyaman digenggam satu tangan dan performa chipset lebih baru untuk gaming, S24 compact adalah pilihan tepat. Satu catatan: Exynos 2400 di S24 masih kalah efisien daya dibanding Snapdragon 8 Gen 3, jadi jangan harap baterainya seirit S23 Ultra.
Menariknya, di daftar ini Galaxy S25 5G (Rp 12,4 juta) justru lebih mahal dari S25 Plus (Rp 11,4 juta). Ini anomali pasar yang perlu kamu waspadai—kemungkinan besar stok S25 Plus sedang banyak dan distributor menurunkan harga untuk mempercepat perputaran.
Kedua model ini memakai Snapdragon 8 Elite for Galaxy, chipset yang performanya naik sekitar 30% dibanding generasi sebelumnya. RAM 12GB menjadi standar baru, dan layar LTPO AMOLED-nya bisa turun hingga 1Hz untuk hemat baterai. S25 Plus unggul di layar QHD+ 6,7 inci dan baterai 4.900mAh dengan charging 45W—jauh lebih cepat dari S25 biasa yang cuma 25W.
Pertama, semua model di daftar ini sudah mendukung NFC dan punya sertifikasi IP68, jadi tidak ada perbedaan fitur dasar yang signifikan. Kedua, pastikan unit yang kamu beli adalah versi resmi Indonesia (kode model berakhiran DS) supaya garansi dan pita frekuensi 5G-nya terjamin.
Ketiga, jangan tergoda membeli S23 Ultra bekas hanya karena harganya lebih murah Rp 2-3 juta dari unit baru. Baterai 5.000mAh yang sudah dipakai 1-2 tahun biasanya kapasitasnya turun ke 85-90%, dan biaya ganti baterai di service center resmi sekitar Rp 700 ribu—belum termasuk risiko kerusakan lain yang tidak terlihat saat transaksi.
Kalau budget Rp 7-8 jutaan, S24 FE adalah pilihan paling aman. Di Rp 9-10 jutaan, keputusan ada di tangan: S24 untuk yang mengutamakan performa dan ukuran compact, S23 Ultra untuk yang butuh kamera zoom terbaik di harga tersebut. Dan kalau kamu bisa merogoh Rp 11-12 jutaan, S25 Plus jelas lebih masuk akal dibanding S25 biasa karena layar dan baterainya jauh lebih superior dengan selisih harga yang tipis.
Satu hal yang tidak bisa dihindari: semua model ini masih menggunakan port USB-C dan mendukung Samsung DeX, jadi aksesoris dari generasi sebelumnya masih bisa dipakai ulang. Hanya saja, jangan harap ada adaptor charger di dalam kotak penjualan—Samsung sudah menghapusnya sejak 2021.