Sungai Mahakam Dangkal Akibat Kemarau, Gerindra Kaltim Kirim 1.500 Paket Sembako ke Long Apari dan Long Pahangai

Penulis: Aditya Nugraha  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:16:31 WIB
Relawan memindahkan paket sembako dari truk ke kendaraan roda empat di Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu, untuk melanjutkan distribusi ke wilayah terdampak kemarau.

SAMARINDA — Ratusan paket kebutuhan pokok itu harus melewati empat kali pergantian moda transportasi sebelum tiba di tangan warga. Dari Samarinda, bantuan diangkut dua truk menuju Ujoh Bilang. Setibanya di ibukota Kabupaten Mahakam Ulu itu, muatan dipindah ke kendaraan roda empat yang lebih kecil untuk melanjutkan perjalanan darat.

Setelah akses darat habis, bantuan kembali dipindahkan ke perahu ketinting untuk menyusuri Sungai Mahakam. Kondisi ini terjadi karena di sejumlah titik, kedalaman sungai hanya sekitar sedikit di atas lutut orang dewasa. Akibatnya, kapal berukuran besar seperti longboat dan speedboat tidak bisa beroperasi normal.

Long Apari dan Long Pahangai Jadi Wilayah Terisolir

Wakil Ketua I DPRD Kaltim dari Fraksi Gerindra, Ekti Imanuel, mengatakan dua kecamatan tujuan bantuan merupakan wilayah dengan akses paling sulit di Kalimantan Timur. Long Apari disebut sebagai kawasan paling ujung yang berbatasan langsung dengan wilayah hulu.

“Dari Long Bagun ke Long Pahangai itu jalan darat 100 kilometer. Dari Long Bagun ke Long Pahangai kalau musim kemarau begini, mana ada longboat. Speedboat enggak bisa lewat. Tentu harus jalan darat,” kata Ekti saat dihubungi, Jumat (28/8/2026).

Jalur darat pun tidak sepenuhnya menjadi solusi. “Jalan darat juga sangat terisolir masa sekarang ini,” ujarnya. Legislator daerah pemilihan Mahakam Ulu-Kutai Barat itu menegaskan, persoalan utama bukan hanya jumlah bantuan, melainkan bagaimana bantuan itu bisa sampai ke masyarakat.

Dana Patungan Kader dan Pengurus Partai Capai Rp 153 Juta

Penggalangan dana untuk bantuan ini telah berlangsung sekitar satu bulan. Dana terkumpul dari pengurus DPD Gerindra Kaltim, DPC kabupaten/kota, kader partai, serta anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota dari Fraksi Gerindra.

Total donasi internal mencapai Rp 113 juta. Ditambah bantuan dari pihak ketiga atau perusahaan sebesar Rp 40 juta, total dana yang dihimpun menjadi sekitar Rp 153,2 juta.

Ekti menyebut pengiriman bantuan ini merupakan tindak lanjut instruksi Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim yang juga Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. “Dari Partai Gerindra itu ada arahan dari Pak Wakil Gubernur sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kaltim, menginstruksikan untuk membantu,” jelasnya.

Total Pengeluaran Capai Rp 173 Juta

Dari total dana yang masuk, realisasi pengeluaran untuk pengadaan paket sembako dan biaya pengangkutan mencapai sekitar Rp 173 juta. Artinya, terdapat selisih sekitar Rp 20 juta yang masih harus ditutup untuk memastikan seluruh bantuan tiba di lokasi.

“Mahakam Ulu ini seperti yang beberapa minggu yang lalu sudah kami bantu juga terkait dengan pangan, ketahanan pangan dan yang lain-lainnya,” kata Ekti. Bantuan tahap sebelumnya juga diberikan dalam bentuk paket sembako gratis bagi warga di dua kecamatan tersebut.

Kondisi kemarau yang melanda Kaltim membuat distribusi kebutuhan pokok ke wilayah hulu Mahakam Ulu terganggu. Ekti mengingatkan bahwa tanpa akses distribusi yang memadai, bantuan apa pun akan sulit menjangkau warga. “Bagaimanapun besarnya bantuan beras, bantuan LPG, dan segala macam, kalau akses untuk mendistribusikannya tidak ada, susah,” katanya.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: kaltim.akurasi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top