60 Anggota Satlinmas Samarinda Dilatih Mitigasi Bencana, Fokus Jadi Garda Terdepan Cegah Karhutla

Penulis: Aditya Nugraha  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:27:31 WIB
anggota Satlinmas se-Kota Samarinda mengikuti pelatihan penguatan kapasitas kebencanaan di BPSDM Kalimantan Timur.

SAMARINDA — Puluhan anggota Satlinmas se-Kota Samarinda menjalani pelatihan penguatan kapasitas kebencanaan yang digelar di BPSDM Kalimantan Timur. Kegiatan ini merupakan kerja sama keempat antara Satpol PP Kota Samarinda dengan berbagai instansi, menyusul pelatihan serupa yang sebelumnya dilakukan bersama BPBD Kota Samarinda, PMI, dan pemadam kebakaran.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda Anis Siswantini menegaskan, pelatihan ini dirancang untuk mengubah pola pikir anggota Satlinmas dari sekadar petugas tanggap darurat menjadi agen pencegahan bencana di tingkat kelurahan.

Bukan Sekadar Menyemprot saat Karhutla

Anis menjelaskan, peran Satlinmas dalam mitigasi bencana jauh lebih luas dari sekadar penanganan saat kejadian. Anggota di lapangan diarahkan untuk aktif melakukan patroli dan monitoring, terutama untuk mendeteksi dini potensi karhutla yang saat ini menjadi perhatian serius di wilayah Samarinda.

“Bukan saja kita ini datang lalu kita langsung ikut penanganan menyemprot-nyemprot. Salah satunya bukan itu. Tetapi bagaimana kita bisa memitigasi termasuk patroli monitoring,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Satlinmas Disiapkan Hadapi Banjir hingga Longsor

Selain karhutla, para anggota juga dibekali kesiapan menghadapi berbagai jenis bencana lain yang berpotensi melanda ibu kota Provinsi Kalimantan Timur ini, seperti kebakaran permukiman, banjir, dan tanah longsor. Dalam kondisi darurat, Satlinmas diharapkan mampu membantu proses evakuasi dan pengamanan warga terdampak.

“Bagaimana Satgas Linmas ini sebagai garda terdepan dan Satlinmas di 59 kelurahan yang kami Satpol PP selaku pembina, yaitu menjadi garda terdepan dalam penanganan karhutla,” kata Anis.

BPSDM Tekankan Keseimbangan Skill dan Manajemen

Kepala BPSDM Kaltim Nina Dewi menyebut pengembangan aparatur tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan fisik di lapangan. Pengetahuan dan kemampuan manajerial menjadi bagian penting yang harus dimiliki setiap anggota Satpol PP dan Satlinmas.

“SDM itu di samping skill juga knowledge. Satpol PP itu tidak hanya fisik, dia juga ada manajemennya,” jelas Nina.

BPSDM juga telah melaksanakan uji kompetensi bagi tenaga Satpol PP yang memiliki jabatan fungsional. Menurut Nina, pengembangan kompetensi harus berkelanjutan agar kapasitas aparatur terus meningkat seiring kompleksitas tantangan kebencanaan di daerah.

Anis berharap seluruh peserta dapat menyerap materi dari instruktur dan memperkuat kekompakan tim. “Kami selalu pesan kepada anggota hal-hal ini penting dilakukan supaya kita juga menjaga kekompakan terhadap anggota-anggota ini,” pungkasnya.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: insitekaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top