Sebanyak 100 unit mesin pompa air dan sejumlah peralatan pendukung tiba di Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Bantuan ini disalurkan langsung oleh Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Pertanian di tengah meningkatnya potensi titik api akibat musim kemarau.
BALIKPAPAN — Puluhan mesin pompa air berkapasitas besar kini telah berada di gudang penyimpanan Balikpapan. Peralatan tersebut akan didistribusikan ke sejumlah titik rawan karhutla di Kalimantan Timur, menyusul tingginya intensitas kebakaran lahan yang kerap melanda provinsi ini saat memasuki musim kemarau.
Pengiriman alat ini merupakan bentuk sinergi lintas kementerian untuk memastikan ketersediaan peralatan pemadaman di lapangan. Selain pompa air, pemerintah juga menyertakan sejumlah peralatan pendukung lain yang dibutuhkan petugas saat melakukan pembasahan lahan gambut dan area yang sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran.
Balikpapan dan sekitarnya selama ini menjadi salah satu wilayah dengan catatan kejadian karhutla yang fluktuatif. Kondisi lahan gambut yang mudah terbakar serta hembusan angin kencang membuat api cepat menyebar, terutama di kawasan permukiman yang berbatasan langsung dengan hutan lindung.
Kehadiran pompa air bertekanan tinggi diharapkan mampu mempercepat respons petugas di lapangan. Dengan pasokan air yang memadai dari sungai atau embung terdekat, upaya pemadaman tidak lagi bergantung penuh pada mobil tangki air yang jumlahnya terbatas.
Kementerian Pertahanan berperan dalam mobilisasi logistik dan pendistribusian alat ke daerah-daerah terpencil. Sementara itu, Kementerian Pertanian memastikan peralatan yang dikirimkan sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan, termasuk kemudahan operasional bagi kelompok tani dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Kolaborasi ini dinilai penting karena penanganan karhutla tidak hanya menjadi tugas pemadam kebakaran, tetapi juga melibatkan warga sekitar yang kerap menjadi garda terdepan saat api pertama kali muncul di lahan pertanian atau perkebunan.
Pendistribusian 100 unit pompa air ini dilakukan lebih awal sebagai langkah antisipasi. Pemerintah pusat memperkirakan puncak musim kemarau di Kalimantan Timur terjadi dalam beberapa bulan ke depan, sehingga seluruh peralatan harus sudah terpasang dan siap operasi sebelum titik api mulai bermunculan.
Para petugas di lapangan nantinya akan mendapat pelatihan teknis singkat terkait penggunaan pompa air agar alat dapat difungsikan secara maksimal. Langkah ini sekaligus memastikan bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi barang inventaris, tetapi benar-benar berfungsi saat dibutuhkan.
Dengan tambahan peralatan ini, diharapkan luas lahan terdampak karhutla di Kalimantan Timur dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meminimalkan risiko kabut asap yang kerap mengganggu aktivitas warga dan penerbangan di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.