MAPABA PMII UIN-SI Samarinda Lahirkan 77 Kader Baru, Gus Joko Ingatkan Kritik Harus Punya Dasar Hukum

Penulis: Endra Sanjaya  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:24:32 WIB
Sebanyak 77 peserta dinyatakan sah menjadi anggota PMII setelah menuntaskan MAPABA IX Rayon Dakwah Komisariat UIN-SI Samarinda, Rabu (26/08/2026).

SAMARINDA — Proses kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kalimantan Timur kembali mencetak anggota baru. Sebanyak 77 peserta dinyatakan sah menjadi anggota PMII setelah menuntaskan seluruh rangkaian Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) IX Rayon Dakwah Komisariat UIN-SI Samarinda, Rabu (26/08/2026).

Ketua Rayon Dakwah PMII Komisariat UIN-SI Samarinda, Aji Aura Fajar, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang berlangsung hingga proses pembaiatan tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja keras panitia serta dukungan dari berbagai pihak yang memfasilitasi jalannya kegiatan.

Pesan Gus Joko: Kritik Tanpa Pandang Bulu, Asal Berargumen

Di sela-sela rangkaian penutupan, para peserta dan pengurus mendapat kesempatan untuk bertemu serta berdialog dengan Gus Joko. Momen ini dimanfaatkan untuk refleksi bersama, sekaligus menjadi pengingat bagi kader baru tentang peran mereka ke depan.

Gus Joko menegaskan bahwa keberanian mahasiswa dalam menyampaikan kritik tidak boleh diukur dari banyaknya dukungan di belakang suara tersebut. Hal yang jauh lebih krusial adalah kualitas kritik itu sendiri, yang harus dibangun di atas dasar hukum serta argumentasi yang kuat.

“Kalau memang ada yang harus dikritisi, tetap harus disampaikan. Jangan karena yang ada di pemerintahan itu senior kita, kemudian kita tidak berani mengkritik. Yang penting kritik itu memiliki dasar hukum dan argumentasi yang jelas,” pesan Gus Joko di hadapan para peserta.

77 Kader Baru Diingatkan untuk Terus Berproses

Meski telah resmi menjadi anggota, Aji Aura Fajar mengingatkan bahwa status keanggotaan bukanlah akhir dari perjuangan. MAPABA hanyalah pintu gerbang bagi mahasiswa untuk memasuki proses pembelajaran organisasi yang lebih panjang dan kompleks.

“Ini bukan akhir, tetapi awal dari proses yang lebih panjang. Kami berharap 77 peserta yang telah dibaiat dapat terus berproses, menjaga komitmen, dan membawa semangat perjuangan dalam menjalankan pengabdian,” ujarnya.

Ia berharap anggota baru mampu mengambil peran aktif dalam menyuarakan persoalan-persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat, bukan sekadar menjadi anggota administratif.

Apresiasi dan Makna Maulid bagi Kader

Sebagai bentuk terima kasih atas dukungan penuh berupa fasilitas selama kegiatan, pengurus inti bersama panitia memberikan tanda penghargaan kepada Gus Joko. Pemberian ini menjadi simbol penghormatan atas waktu, perhatian, serta doa yang telah dilimpahkan untuk kelancaran kaderisasi Rayon Dakwah.

Pelaksanaan MAPABA IX yang bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai memiliki makna tersendiri bagi para peserta. Nilai perjuangan, keteladanan, keberanian, dan kejujuran yang tercermin dari perjalanan Rasulullah diharapkan menjadi pegangan bagi setiap kader dalam menjalankan aktivitas organisasi maupun kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Rangkaian pertemuan kemudian ditutup dengan doa bersama, sebagai ikhtiar memohon kekuatan hati dan keteguhan langkah bagi seluruh kader dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: lintasjejaring.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top