BMW Buang Tombol Fisik di Neue Klasse iX3 dan i3, Bos Australia Sebut Anak Muda Lebih Suka Multitasking

Penulis: Endra Sanjaya  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:49:31 WIB
Interior BMW Neue Klasse iX3 dan i3 kini didominasi layar sentuh, menghilangkan pengontrol iDrive dan sebagian besar tombol fisik.

KALIMANTAN TIMUR — Kabin BMW generasi terbaru kini nyaris tanpa tombol fisik. Pada model seperti iX3 dan i3 yang berbasis arsitektur Neue Klasse, pengemudi hanya menemukan segelintir tombol di konsol tengah, sementara dasbor tampil bersih tanpa saklar. Hampir semua fungsi, mulai dari pengatur suhu kabin hingga radio, dipindahkan ke layar sentuh berbentuk jajar genjang atau dikendalikan lewat asisten suara.

Yang paling mencolok, pengontrol iDrive yang sudah menjadi ciri khas interior BMW selama lebih dari dua dekade, ikut dihilangkan. Langkah ini bukan tanpa perhitungan. BMW Australia mengamati pergeseran perilaku generasi baru yang dinilai lebih cepat beradaptasi dengan teknologi.

Alasan di Balik Penghapusan Tombol Fisik

Vikram Pawah, CEO BMW Australia, menjelaskan bahwa kebiasaan konsumen di bawah usia 45 tahun menjadi dasar perubahan ini. Kelompok usia tersebut dinilai lebih sering menggunakan perintah suara dan sentuhan dalam berinteraksi dengan perangkat teknologi, termasuk saat berada di dalam mobil.

"Kami bisa melihat bahwa suara dan sentuhan semakin umum digunakan. Mungkin ini juga soal generasi. Banyak generasi muda, mungkin usia 45 tahun ke bawah, mereka menyerap teknologi ini lebih cepat, menggunakan suara, menggunakan sentuhan. Mereka ingin semuanya selesai dengan cepat, dan mereka multitasking," ujar Pawah kepada CarExpert Australia.

"Mereka multitasking," tegasnya.

Asisten Suara untuk Mengurangi Distraksi

Pawah mencontohkan penggunaan asisten suara sebagai cara untuk mengurangi beban pengemudi. Alih-alih mencari tombol, pengemudi bisa langsung berkata "bisa jauhkan aliran udara dari wajah saya?" atau "saya ingin minum kopi yang saya pesan minggu lalu" untuk mengaktifkan fungsi tertentu.

Ia pun sadar bahwa teknologi semacam ini terasa asing bagi generasi yang lebih tua. Karena itu, BMW berupaya memastikan sistem yang ditawarkan tetap sederhana dan intuitif, setidaknya cukup mudah dipahami oleh konsumen awam. Berdasarkan pengalaman singkat menggunakan perangkat lunak Neue Klasse, pendekatan ini dinilai sudah berjalan cukup baik.

Bukan Kali Pertama BMW Mengambil Risiko

Perubahan besar ini mengingatkan pada momen kontroversial lainnya di masa lalu. Juru bicara BMW Australia menyinggung peluncuran iDrive pada 2001 yang sempat mendapat respons negatif dari publik karena dianggap rumit. Kini, hampir semua mobil modern memiliki sistem serupa.

"Orang selalu merasa tidak nyaman dengan perubahan radikal. Ingat saat kami memperkenalkan iDrive pada 2001? Ingat bagaimana reaksi dunia terhadap iDrive? Sekarang lihat, hampir tidak ada mobil yang tidak memiliki iDrive," kata juru bicara tersebut.

Meski demikian, tidak semua pihak sepakat dengan cara BMW membingkai perubahan ini. Menyebut fitur multitasking sebagai alasan utama justru berpotensi menjadi bumerang, terutama bagi pabrikan yang selama ini memposisikan diri sebagai produsen "ultimate driving machine". Fokus pada kemudahan penggunaan lewat suara dan layar sentuh memang relevan, tapi mengaitkannya dengan multitasking di belakang kemudi bisa menimbulkan pertanyaan besar soal keselamatan berkendara.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: jalopnik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top