BALIKPAPAN — Kolaborasi antara Universitas Balikpapan (Uniba) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) memasuki babak baru dengan penandatanganan nota kesepahaman yang berdurasi lima tahun. Kerja sama ini tidak hanya menyasar penguatan akademik, tetapi juga mendorong riset yang menjawab persoalan nyata masyarakat di tengah pesatnya pembangunan IKN.
Rektor Uniba, Dr. Ir. Isradi Zainal, menyebut keterlibatan kampus lokal menjadi krusial seiring bertumbuhnya berbagai proyek strategis di Kalimantan Timur. Ia mengakui selama ini masih ada keresahan karena sejumlah proyek besar lebih banyak melibatkan perguruan tinggi dari luar daerah, sementara kampus lokal belum mendapat ruang yang cukup.
Isradi menegaskan, poin utama yang disampaikan dalam pertemuan tersebut adalah permintaan bimbingan agar perguruan tinggi di luar Jawa bisa berkembang bersama. “Perguruan tinggi lokal perlu mendapat kesempatan untuk berkontribusi sekaligus meningkatkan kapasitasnya melalui kolaborasi dengan kampus besar di luar daerah,” ujarnya, dikutip dari laman ugm.ac.id, Minggu (23/8/2026).
Ia menambahkan, pendampingan dari UGM diharapkan mampu memutus ketergantungan daerah pada tenaga ahli dari luar. Dengan begitu, kampus lokal bisa menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar ekspansi wilayah. “Kita bukan ingin memperlebar ke Kalimantan, tapi kami juga ingin ada misi yang sifatnya adalah untuk pemberdayaan dan pembinaan. Kami di UGM juga tidak bisa berjalan sendiri, kami butuh mitra-mitra lain,” kata Ova.
Dalam kerja sama ini, kedua universitas sepakat memprioritaskan penelitian yang bersifat locally needed. Artinya, riset harus benar-benar dibutuhkan masyarakat, memiliki manfaat nyata, dan bisa diterapkan langsung di lapangan—bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.
Isradi juga menyoroti potensi besar jejaring alumni UGM yang tergabung dalam Kagama di Kalimantan Timur. Menurutnya, jaringan tersebut bisa menjadi jembatan penghubung antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain untuk mempercepat pembangunan daerah.
“Jadi poin yang disampaikan yakni kami meminta bimbingannya agar perguruan tinggi di luar Jawa bisa berkembang bersama-sama,” tuturnya.
Ke depan, kolaborasi Uniba dan UGM diharapkan melahirkan program-program konkret, baik di bidang pendidikan, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran kampus lokal sebagai bagian dari ekosistem pembangunan Kalimantan Timur dan IKN.