11.869 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim Selama 21 Hari, BMKG Sebut Puncak El Nino Baru Terjadi September-Oktober

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:44:01 WIB
Petugas memantau sebaran titik panas di Kalimantan Timur melalui data BMKG Stasiun Balikpapan.

BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan mencatat 11.869 titik panas tersebar di 10 kabupaten/kota Kalimantan Timur selama 1-21 Agustus 2026. Jumlah itu naik dibanding periode sama pada 2015 yang mencapai 9.793 titik, dan diprediksi terus meningkat karena puncak kemarau baru terjadi dua bulan mendatang.

BALIKPAPAN — Rata-rata 565 titik panas terdeteksi setiap hari di Kalimantan Timur sepanjang 21 hari terakhir. Data BMKG Stasiun Balikpapan menunjukkan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Berau dengan 439 titik hanya dalam satu hari, Jumat (21/8/2026).

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, mengatakan fenomena El Nino tahun ini lebih kering dibanding musim kemarau serupa pada 2015 lalu. Karena itu, potensi bertambahnya titik panas masih terbuka lebar.

Puncak Kekeringan Justru Akan Terjadi September-Oktober

"Puncak El Nino lebih kering di Kaltim diperkirakan bukan bulan ini saja, tapi masa puncak panas diprakirakan terjadi pada September hingga Oktober, sehingga kemungkinan titik panas pun akan meningkat," ujar Huda di Balikpapan, Sabtu.

Ia menjelaskan, periode 1-21 Agustus 2015 lalu BMKG mendeteksi 9.793 titik panas. Angka tahun ini melonjak sekitar 21 persen, menandakan kondisi atmosfer yang jauh lebih kering dibanding delapan tahun sebelumnya.

Api Paling Banyak Berkobar di Berau dan Kutai Timur

Data riil BMKG pada Jumat (21/8/2026) mulai pukul 01.00-24.00 Wita mencatat 980 titik panas di Kaltim. Sebarannya tidak merata, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah utara provinsi.

  • Kabupaten Berau: 439 titik
  • Kabupaten Kutai Timur: 178 titik
  • Kabupaten Kutai Kartanegara: 166 titik
  • Kabupaten Paser: 113 titik
  • Kabupaten Kutai Barat: 69 titik
  • Penajam Paser Utara dan Bontang: masing-masing 6 titik
  • Mahakam Ulu: 2 titik
  • Balikpapan: 1 titik

Larangan Membakar Lahan Jadi Kunci Pencegahan

Huda menegaskan, edukasi ke masyarakat menjadi langkah paling mendesak, terutama bagi warga yang biasa membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara dibakar. Ia mengingatkan praktik itu berisiko menjalar ke lahan lain saat angin kencang.

"Ajakan ini harus terus menerus dilakukan hingga beberapa bulan ke depan," katanya. Aktivitas kecil seperti membuang puntung rokok di area hutan juga disebutnya bisa memicu kebakaran karena daun kering mudah terbakar di musim kemarau.

BMKG mengajak pemerintah daerah dan unsur masyarakat memperkuat mitigasi dari hulu, yakni pencegahan, hingga penanganan di lapangan ketika karhutla sudah terjadi.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top