Empat Bakal Calon Rektor ITK Balikpapan Paparkan Strategi Dukung Pembangunan IKN Periode 2026-2030

Penulis: Chandra Kusuma  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:37:31 WIB
Empat bakal calon Rektor ITK Balikpapan memaparkan visi, misi, dan program kerja periode 2026-2030 dalam Sidang Terbuka Pemilihan Rektor, Kamis.

Empat bakal calon Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan memaparkan visi, misi, dan program kerja periode 2026-2030 dalam Sidang Terbuka Pemilihan Rektor, Kamis. Seluruh kandidat menitikberatkan strategi pengembangan kampus pada riset, digitalisasi, dan posisi strategis ITK sebagai pendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

BALIKPAPAN — Prof Imam Abadi, Dr Moch. Purwanto, Prof Agung Purniawan, dan Prof Fredy Kurniawan menjadi empat bakal calon yang memaparkan program kerjanya di hadapan sivitas akademika. Mereka sama-sama menempatkan sektor pendidikan, riset, inovasi, sumber daya manusia (SDM), digitalisasi, kemitraan, internasionalisasi, dan tata kelola sebagai fondasi pengembangan institusi.

Rektor ITK Prof Agus Rubiyanto menilai tahapan ini menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk menilai arah kepemimpinan serta strategi pengembangan kampus teknologi tersebut selama empat tahun ke depan.

"Gagasan, inovasi dan program yang disampaikan para bakal calon hari ini akan menjadi kompas penting bagi arah kebijakan serta kemajuan sains dan teknologi ITK di masa mendatang," ujar Agus di Balikpapan, Kamis.

Agus menambahkan, penyampaian visi dan misi ini merupakan bagian penting dari demokrasi akademik yang dilaksanakan secara terbuka sekaligus dapat dipertanggungjawabkan.

Visi INSUN hingga ITK RISE 2045

Prof Imam Abadi mengusung visi INSUN atau Innovative, Smart, Sustainable University for Nusantara. Visi ini ditopang oleh enam pilar utama, mulai dari pendidikan adaptif berkarakter hingga transformasi digital, yang merujuk pada semboyan Menerangi Masa Depan Nusantara: ITK Berdampak, Nusantara Berdaya.

Sementara itu, Dr Moch. Purwanto menawarkan lima arah pengembangan ITK yang mencakup pendidikan unggul, riset berdampak, transformasi digital, kemandirian institusi, serta tata kelola dan SDM unggul.

Program Kerja: Revitalisasi Kurikulum hingga Science Techno Park

Program kerja yang ditawarkan Dr Moch. Purwanto meliputi revitalisasi kurikulum adaptif, pembentukan kelompok riset, hilirisasi penelitian, penguatan perpustakaan digital, serta pengembangan jejaring alumni dan unit usaha kampus.

Berbeda dengan kandidat lainnya, Prof Agung Purniawan mengusung konsep ITK RISE 2045 berbasis Research, Innovation, Sustainability, dan Excellence. Agung menargetkan ITK menjadi perguruan tinggi riset berkelas dunia yang tetap berakar pada kearifan lokal Kalimantan.

Target tersebut akan dicapai melalui program kurikulum berbasis proyek, magang industri terstruktur, laboratorium berstandar internasional, Science Techno Park, serta akreditasi internasional.

Daya Saing Global dan Kearifan Lokal

Prof Fredy Kurniawan menekankan tiga aspek utama, yaitu daya saing global, kearifan lokal dan pembangunan berkelanjutan. Menurut Fredy, ITK harus menjadi pusat unggulan pendidikan, penelitian, dan inovasi yang mendunia, namun tetap membumi pada kearifan lokal.

Secara umum, pemaparan keempat bakal calon menunjukkan arah masa depan ITK yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jumlah mahasiswa dan infrastruktur. Gagasan yang disampaikan juga menyoroti relevansi pendidikan dengan industri, riset berdampak nyata, serta posisi strategis ITK dalam mendukung pembangunan Pulau Kalimantan dan IKN.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top