BONTANG — Anggota DPRD Bontang, Rustam, mendesak pemerintah melakukan pemetaan ulang terhadap penerima manfaat Program Makan Bergizi (MBG). Evaluasi ini dinilai penting agar program strategis nasional tersebut tidak hanya mengejar cakupan penerima, tetapi juga memastikan ketepatan sasaran di lapangan.
Rustam menilai besaran anggaran MBG tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan program. Menurutnya, pemerintah perlu memberi perhatian lebih kepada masyarakat di wilayah 3T, yakni daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta menyesuaikan penentuan penerima dengan kondisi sosial-ekonomi masing-masing daerah.
Dalam praktiknya, Rustam menyoroti pelaksanaan MBG di lingkungan PT Badak yang dinilainya belum tepat dijadikan prioritas. Ia menegaskan bahwa kelompok penerima manfaat harus dipilih berdasarkan tingkat kebutuhan, bukan semata-mata berdasarkan kemudahan pelaksanaan program di suatu lokasi.
“Program MBG ini program yang sangat mulia. Yang dinilai bukan sekadar besar anggarannya, tetapi bagaimana niat pemerintah memberikan manfaat kepada masyarakat. Namun, pelaksanaannya ke depan perlu dilakukan pengklasteran,” ujarnya, ditemui belum lama ini.
Rustam mengingatkan agar pemerintah tidak mendahulukan kelompok masyarakat yang secara ekonomi sudah mampu. Ia menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sehingga manfaatnya harus benar-benar dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan.
“Program ini sangat baik, tetapi harus ada pemetaan dan penentuan prioritas. Jangan sampai kelompok yang sebenarnya sudah mampu justru lebih dahulu menerima, sementara yang lebih membutuhkan belum tersentuh,” katanya.
Menurut Rustam, evaluasi dan pemetaan penerima menjadi kunci agar MBG berjalan tepat sasaran. Dengan begitu, program yang digagas pemerintah pusat ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi masyarakat di Bontang. (Adv)