Kebakaran Hutan di Kutai Kartanegara Hanguskan 4 Hektare, Warga dan Relawan Berjibaku 9 Jam Padamkan Api

Penulis: Chandra Kusuma  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:29:55 WIB
Api dipadamkan warga dan relawan setelah sembilan jam berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas empat hektare di Desa Prangat Baru, Kutai Kartanegara.

KUKAR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Desa Prangat Baru (Praba), Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Area seluas sekitar 4 hektare hangus terbakar, dan api baru dapat dipadamkan setelah upaya keras warga serta relawan selama sembilan jam.

Ketua Relawan Pemadam Kebakaran (Damkar) Desa Prangat Selatan, Khomsan, menyatakan laporan kebakaran pertama kali diterima pada pukul 12.18 WITA dari Kepala Desa Prangat Baru. Saat itu, kobaran api sudah cukup besar dan terus merambat.

Kendala Akses Jadi Hambatan Utama

Sebanyak delapan personel Relawan Damkar Prangat Selatan langsung dikerahkan menuju lokasi dengan membawa unit damkar dan kendaraan roda dua. Namun, perjalanan mereka terhenti karena jarak titik api sekitar 3 kilometer dari akses kendaraan dan tidak ada jalan yang bisa dilalui mobil pemadam.

"Jangkauan sangat jauh dari titik api sehingga hanya bisa memantau dari kejauhan," ujar Khomsan usai meninjau lokasi kebakaran.

Karena mustahil mendekat dengan alat berat, warga dan relawan di sekitar lokasi mengambil langkah taktis. Mereka melakukan penyekatan dengan memotong jalur api agar kobaran tidak terus merambat ke area lain yang lebih luas.

Api Padam Setelah Sembilan Jam Berjibaku

Upaya manual itu akhirnya membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.18 WITA, atau tepat sembilan jam setelah laporan pertama diterima. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian lingkungan disebut tidak sedikit.

Khomsan menduga kebakaran berasal dari aktivitas warga yang membakar sampah lalu meninggalkannya. Kendati demikian, timnya tidak menemukan bekas pembakaran sampah maupun sumber api lain di titik awal kebakaran.

Imbauan dan Harapan Relawan

Relawan kini mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak membakar sampah maupun lahan di tengah kondisi cuaca yang kering. Warga diminta lebih memperhatikan arah angin jika tetap melakukan aktivitas pembakaran.

"Jika melihat api mulai merembet dan tidak dapat dikendalikan, warga diminta segera menghubungi relawan damkar atau instansi terkait," kata Khomsan.

Ia juga berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan sembarangan. Di sisi lain, para relawan berharap ada dukungan fasilitas, khususnya alat pelindung diri (APD) yang lengkap, untuk menunjang penanganan kebakaran di lapangan.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: insitekaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top