KALIMANTAN TIMUR — Operasi pengiriman bantuan ke NTT terus digencarkan pemerintah. Pada Rabu dini hari pukul 04.00 WIB, lima pesawat kembali diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, membawa 65 ton logistik tambahan. Dengan tambahan ini, total bantuan yang telah terangkut sejak hari pertama mencapai 253 ton.
"Jadi sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya, Rabu (19/8).
Pemerintah menyiapkan dua posko utama untuk mempercepat penyaluran bantuan ke daerah-daerah terdampak, yakni di Labuan Bajo dan Maumere. Posko Labuan Bajo bertugas mendistribusikan bantuan ke wilayah Manggarai dan Ngada, sementara Posko Maumere melayani kebutuhan logistik untuk Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Distribusi dilakukan melalui tiga jalur transportasi sekaligus. Jalur udara memanfaatkan helikopter, pesawat CASA, dan pesawat berukuran lebih kecil untuk menjangkau daerah yang sulit diakses. Untuk jalur laut, tiga KRI TNI Angkatan Laut telah berada di lokasi, dan satu kapal rumah sakit juga hampir berlabuh untuk mendukung layanan kesehatan darurat.
Kabar baik datang dari sektor infrastruktur. Menteri Pekerjaan Umum melaporkan bahwa seluruh jalur darat di wilayah terdampak sudah dapat dilewati kendaraan pengangkut logistik sejak hari kedua pascabencana. Kondisi ini memungkinkan distribusi bantuan berjalan lebih cepat dibandingkan perkiraan awal.
Jenis logistik yang dikirim meliputi makanan, minuman, tenda pengungsian, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya bagi warga yang terdampak bencana. Pemerintah memastikan pengawasan penanganan bencana terus dilakukan agar seluruh proses berjalan efektif dan bantuan segera diterima masyarakat yang membutuhkan.
Teddy menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam operasi kemanusiaan ini. Menurutnya, kerja sama semua elemen menjadi kunci kelancaran pengiriman logistik ke daerah terdampak.
"Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapa pun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasa manfaatnya secepat mungkin oleh warga yang terdampak," tutupnya.
Pemerintah memastikan operasi bantuan akan terus berlanjut hingga kondisi masyarakat di NTT pulih. Pemantauan di lapangan dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada wilayah yang terlewat dari jangkauan distribusi bantuan.