DPKH Kaltim Perketat Pengawasan Mutu DOC Ayam Pedaging di Hatchery Kukar untuk Tekan Impor Daging 17 Ribu Ton

Penulis: Aditya Nugraha  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:00:01 WIB
DPKH Kaltim memeriksa mutu DOC ayam pedaging di hatchery Kukar sesuai SNI 4868-1:2024.

SAMARINDA — DPKH Kalimantan Timur bergerak dari hulu untuk memperkuat ketahanan pangan protein hewani. Pengawasan mutu DOC ayam ras pedaging di tingkat hatchery menjadi prioritas utama. Kualitas bibit menentukan produktivitas dan keberlanjutan usaha ribuan peternak lokal.

Kepala DPKH Provinsi Kalimantan Timur, Arief Murdiyatno, menegaskan pengujian ini memastikan DOC yang dipasarkan aman dan sesuai ketentuan SNI 4868-1:2024. "Pengujian dan pengawasan mutu ini dilakukan guna memastikan bahwa DOC ayam ras pedaging yang dipasarkan kepada peternak benar-benar memenuhi kriteria dan persyaratan mutu yang aman serta sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) 4868-1:2024," ujarnya di Samarinda, Senin.

Defisit 21 Ribu Ton per Tahun

Data DPKH Kaltim mencatat populasi ayam ras pedaging mencapai 60.427.285 ekor per tahun. Namun, kebutuhan konsumsi masyarakat menembus 92.445 ton, sementara produksi daging lokal hanya 70.661 ton per tahun.

Untuk menutup kekurangan tersebut, Kaltim mendatangkan pasokan dari luar daerah. Tercatat 1.454.714 ekor ayam hidup masuk setiap tahunnya, ditambah 17.379 ton daging beku atau segar dari luar provinsi.

Bimtek Formulasi Pakan untuk Tekan Biaya Produksi

DPKH Kaltim juga menyoroti beban terbesar peternak: biaya pakan yang menyumbang 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi. Tingginya komponen ini kerap menggerus margin keuntungan peternak skala kecil dan menengah.

Untuk menjawab persoalan itu, DPKH Kaltim memfasilitasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Formulasi Pakan bersama Direktorat Pakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI. "Melalui pendampingan, para peternak lokal dibekali kemampuan untuk menyusun formulasi ransum pakan yang berkualitas dan efisien dengan memanfaatkan potensi bahan baku lokal," tambah Arief.

PT Charoen Pokphand Jaya Farm di Desa Batu-Batu, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, merupakan satu dari enam industri pembibitan ayam yang beroperasi di Kaltim. Pengawasan berkala di fasilitas ini menjadi barometer kualitas DOC yang didistribusikan ke peternak di seluruh kabupaten dan kota.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top