PTPN I Teken MoU 11 Mitra Kembangkan Lahan Ubi Kayu 7.313 Hektare di Lampung, Siap Pasok Bahan Baku Bioetanol

Penulis: Aditya Nugraha  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:48:01 WIB
PTPN I menandatangani nota kesepahaman dengan 11 mitra untuk mengembangkan lahan ubi kayu seluas 7.313 hektare di Lampung.

KALIMANTAN TIMUR — Penandatanganan berlangsung di Kantor Regional PTPN I Regional 7, Bandar Lampung, Rabu (12/8/2026), dan disaksikan langsung oleh Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna. Mitra yang terlibat terdiri dari perusahaan swasta, BUMD, BUMDes, koperasi, dan yayasan.

Ini bukan sekadar perluasan lahan. Holding Perkebunan Nusantara ingin membangun rantai nilai utuh dari hulu ke hilir, dengan ubi kayu sebagai komoditas andalan yang punya kontribusi ganda: pangan dan energi.

Target 10.000 Hektare dan Peran Strategis Lampung

Lampung dipilih karena potensi lahannya yang luas dan dukungan pemerintah daerah. Pada fase perdana, 11 mitra telah merencanakan penanaman di 7.313 hektare. Sisanya akan direalisasikan bertahap seiring kesiapan lahan dan perluasan kemitraan.

Denaldy menegaskan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem bisnis yang berkeadilan. "Kami di PTPN III (Persero) membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir. Di sisi on farm, kami fokus pada optimalisasi lahan, penerapan teknologi budidaya, dan pengembangan varietas unggul berdaya hasil tinggi," jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (18/8).

Dari Lahan Petani ke Industri Bioetanol

Di sisi off farm, PTPN mengarahkan hilirisasi pada industri pengolahan, termasuk pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol. Dengan begitu, komoditas ini tidak hanya menjawab kebutuhan pangan tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional.

"Ubi kayu memberikan kontribusi ganda, yaitu untuk ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan petani," tambah Denaldy.

Keberhasilan program ini menurutnya bergantung pada kekuatan kolaborasi. PTPN III memastikan keterlibatan aktif Pemerintah Provinsi Lampung, BUMDes, koperasi, BUMD, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam rantai nilai yang inklusif.

Dampak Ekonomi untuk Petani dan Ekonomi Desa

Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero) Arif Budiman menyatakan pihaknya siap mengimplementasikan program secara bertahap, mulai dari penyiapan lahan, penguatan kemitraan, pengembangan budidaya, hingga integrasi dengan industri hilir.

"Kehadiran BUMN di sini adalah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh korporasi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat tapak," kata Arif.

Program ini dirancang untuk menyerap tenaga kerja, mentransfer teknologi budidaya, dan memperkuat ekonomi desa. PTPN I menargetkan program ini menjadi model agribisnis modern yang berkelanjutan di Lampung.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha Lokal?

Bagi petani dan koperasi, kemitraan ini menjamin kepastian pasar dan pendampingan teknis budidaya. Sementara bagi BUMDes dan BUMD, peluang usaha terbuka di sektor logistik, pengolahan, hingga perdagangan hasil panen.

Ke depan, pengembangan ekosistem ubi kayu di Lampung akan diperkuat melalui riset, inovasi teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Perluasan industri hilir juga terus didorong untuk menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.

Langkah PTPN ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden untuk memperkuat swasembada pangan dan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: klikwarta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top