KALIMANTAN TIMUR — Pemerintah mengklaim perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini menjadi ajang pemberdayaan ekonomi rakyat. Ribuan pelaku UMKM dari berbagai kelompok binaan diterjunkan untuk memasok kebutuhan konsumsi di dua titik utama acara, yakni Kompleks Istana Kepresidenan dan kawasan Monas, Jakarta.
"Ribuan ya, banyak. Ada dari berbagai binaan UMKM, ada yang di bawah binaan Pemprov DKI, ada juga UMKM di bawah binaan Masjid Istiqlal," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8).
Prasetyo menegaskan konsep yang diusung tahun ini berbeda dari sekadar pameran produk. Pemerintah tidak meminta pelaku usaha menitipkan dagangannya, melainkan menghadirkan ekosistem jualan mereka secara utuh. Gerobak kayu dan roda milik pedagang dipindahkan langsung ke area istana dan Monas.
"Kalau saudara-saudara lihat gerobaknya pun gerobak-gerobak yang asli, gerobaknya para pedagang UMKM yang dibawa langsung masuk ke Istana maupun yang ada di Monas," ujarnya.
Kebijakan ini dinilai menjadi angin segar bagi pedagang yang selama ini kesulitan menembus acara kenegaraan. Mensesneg menyebut pihaknya sengaja membuka keran partisipasi bagi pelaku UMKM yang tidak terafiliasi dengan asosiasi atau kelompok binaan tertentu. Langkah tersebut diambil agar dampak ekonomi dari acara nasional bisa dirasakan secara lebih merata.
"Semua makanan yang disajikan hari ini adalah makanan-makanan yang berasal dari UMKM," tegas Prasetyo.
Meski memastikan keterlibatan ribuan pedagang, Prasetyo belum membeberkan angka pasti partisipan yang bertugas pada acara pagi dan sore hari. Ia hanya menyebut jumlahnya mencapai ribuan. Kepastian data rinci diperkirakan baru akan dirilis setelah seluruh rangkaian acara puncak perayaan kemerdekaan selesai digelar.
Keterlibatan UMKM dalam acara kenegaraan ini merupakan kelanjutan dari instruksi Presiden agar setiap agenda seremonial pemerintahan memprioritaskan produk dalam negeri. Sebelumnya, mekanisme serupa juga diterapkan pada penyelenggaraan KTT ASEAN di Labuan Bajo dan acara kenegaraan besar lainnya, meski dengan skala yang lebih terbatas.
Dengan membawa gerobak asli, pemerintah ingin menampilkan wajah autentik pedagang kecil di hadapan tamu negara dan masyarakat. Langkah ini sekaligus menjawab kritik publik yang kerap menyoroti maraknya penggunaan vendor besar dalam penyediaan konsumsi acara resmi kenegaraan.