KALIMANTAN TIMUR — Presiden Direktur PT Handal Indonesia Motor, Denny Siregar, angkat bicara soal kondisi terkini kerja sama perakitan dengan Neta. Aktivitas produksi di fasilitas perakitannya memang tengah berhenti, namun komunikasi antarperusahaan tidak terputus.
"Komunikasi masih jalan," ujar Denny Siregar saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Pernyataan ini sekaligus meredam isu yang berkembang bahwa kemitraan antara Neta dan Handal telah berakhir. Denny tidak merinci lebih jauh materi pembahasan yang sedang berjalan, tetapi menegaskan bahwa tidak ada pemutusan hubungan secara sepihak.
Ia juga belum memberikan kepastian kapan lini perakitan akan kembali beroperasi. Yang jelas, pintu negosiasi masih terbuka lebar di tengah gejolak pasar kendaraan listrik nasional yang tengah memasuki fase konsolidasi.
Penghentian produksi ini otomatis memengaruhi ketersediaan unit baru di diler. Stok yang ada di dealer saat ini menjadi perhatian utama, terutama bagi konsumen yang sudah melakukan pemesanan.
Belum ada pernyataan resmi dari Neta selaku prinsipal mengenai kelanjutan operasional aftersales atau garansi kendaraan. Namun, dengan komunikasi yang masih terjaga, diharapkan layanan purnajual untuk pemilik Neta V dan model lainnya tetap berjalan normal seperti sebelumnya.
Bagi konsumen yang berminat, ketersediaan unit di diler menjadi barang langka. Kondisi ini berbeda jauh dengan awal kemunculan Neta di Indonesia yang gencar melakukan ekspansi penjualan.
Kabar ini muncul di tengah ketatnya persaingan segmen mobil listrik dalam negeri. Banyak pemain baru yang masuk, sementara beberapa merek lain justru memilih bertahan dan mengevaluasi strategi produksi lokal.
Keputusan Neta untuk menghentikan sementara produksi bisa jadi bagian dari penyesuaian strategi global. Langkah serupa juga pernah dilakukan pabrikan lain untuk merombak lini produk atau menunggu peluncuran model terbaru yang lebih sesuai dengan permintaan pasar Indonesia.
Yang pasti, kelanjutan produksi Neta di pabrik Handal kini bergantung pada hasil negosiasi kedua belah pihak. Publik tinggal menunggu keputusan final yang diharapkan membawa kepastian bagi ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.